SURABAYA-PT Semen Gresik optimistis penjualan semen di akhir tahun 2017 tumbuh hingga 7 persen. Selain terus menggenjot produksi semen dari Pabrik Semen Rembang, juga mulai ekspansi ke sektor konstruksi perumahan.
Direktur Utama PT Semen Gresik Gatot Kustyadji mengatakan, memasuki akhir tahun dan awal tahun 2018, Semen Gresik sudah mulai menyusun strategi untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan.
"Tahun 2018, pemerintah mengurangi anggaran infrastruktur, namun kami optimistis bisa tumbuh 7 persen dengan menyasar konstruksi lainnya seperti perumahan maupun konstruksi," kata Gatot di Surabaya, Kamis (12/10).
Saat ini, lanjut dia, 30 persen semen curah difungsikan untuk infrastruktur, 70 persen adalah semen sak yang digunakan untuk perumahan dan konstruksi, termasuk infrastruktur pemerintah.
Dari Januari hingga September 2017, realisasi penjualan semen Gresik mencapai 10,12 juta ton, naik dari bulan sebelumnya, 9,61 juta ton. Sedangkan target sampai akhir tahun mencapai 12,5 juta ton.
Selain mulai memetakan pasar konstruksi maupun perumahan di Jawa, untuk mencapai pertumbuhan hingga 7 persen, Semen Gresik terus mendorong produksi dari Semen Rembang. Saat ini, produksi Semen Rembang masih 900 ribu ton, atau 30 persen dari total kapasitas 3 juta ton.
"Kami baru start Juni lalu, kalau lancar bisa produksi 1,5 juta ton, dan kalau sudah bisa normal 3 juta ton, kami targetkan di semester pertama 2018 dengan total tambahan produksi Semen Rembang maka produksi kami mencapai 15 juta ton," papar Gatot.
Sementara itu, selain mendorong produksi, pada tahun 2017 ini PT Semen Gresik meraih 5 emas dalam 5 katagori sekaligus, yakni perkantorann, produksi workshop, gudang, dan lingkungan. Penyerahan Juara Umum 5R tingkat Provinsi Jawa Timur dilakukan pada upacara Peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jatim, di Tugu Pahlawan Surabaya, kemarin. "Kami sudah lakukan sejak tahun 1985, dan kami berharap kegiatan ini mampu memicu kinerja perusahaan kami," kata Gatot.
Editor : Administrator