Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

E-Toll Gerbang Satelit dan Gunungsari Capai 99,8 Persen

Administrator • Rabu, 4 Oktober 2017 | 02:16 WIB
E-Toll Gerbang Satelit dan Gunungsari Capai 99,8 Persen
E-Toll Gerbang Satelit dan Gunungsari Capai 99,8 Persen

SURABAYA-PT Jasa Marga (persero) Tbk memastikan Gerakan Transaksi Non Tunai (GNNT) penggunaan uang elektronik di Jalan Tol yang tertuang dalam Permen PU &  Perumahan Rakyat No 16/PRT/M/2017 sudah berjalan lancar sejak 1 Oktober lalu. 


Kepala Humas Jasa Marga Tol Surabaya-Gempol, Agus Tri Antyo mengatakan program ini sudah dilakukan secara bertahap, namun pada 1 Oktober dimulai di wilayah tol kota Satelit dan Gunungsari. "Untuk kota Satelit dan Gunungsari penetrasi sudah 99,8 persen, sementara  Kejapanan-Gempol baru 50 persen karena integrasi dengan ruas lainnya," kata Agus dihubungi Radar Surabaya, Senin (2/10). 


Di bawah PT Jasa Marga Surabaya  terdapat 15 gerbang dengan total 90 gardu tol, sedangkan 30 sudah menggunakan gardu tol otomatif. "Kami telah melakukan perencanaan non tunai sejak tiga bulan lalu, dengan melakukan berbagai program. Bekerja sama dengan Himbara, Himpunan Bank Negara dan terus melakukan sosialisasi, kami targetkan 31 Oktober semuanya sudah e tol," terangnya.


Per 10 Oktober berlaku di gerbang tol Dupak, Banyu Urip 1-5 gerbang. Per 17 Oktober diterapkan di gerbang tol Waru. Pada 24 Oktober, di gerbang tol Sidoarjo. Tol Jembatan Suramadu diterapkan e-toll per 31 Oktober 2017.


Menurut dia, PT Jasa Marga sebenarnya hanya sepertiga outlet yang diminta oleh pemerintah untuk mendukung gerakan transaksi non tunai. Tujuannya untuk mengurangi distribusi uang fisik yang selama ini membutuhkan biaya pembuatan yang mahal dan membebani negara. "Biasanya sisa pembayaran uang kecil digeletakkan begitu saja, terus hilang, padahal pembuatannya mahal. Ini hanya top up, mengubah dari uang kartal menjadi uang elektronik dengan media kartu elektronik," paparnya. 


Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Achmad Johansyah mengatakan terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai tentang transaksi tol nontunai di jalan tol, Bank Indonesia Jatim secara aktif dan intensif melakukan koordinasi dan sinergi bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol di Jawa Timur dan Perbankan Jawa Timur yang berpartisipasi. Penerapan uang elektronik di jalan tol diimplementasikan secara bertahap selama bulan Oktober 2017, dimana tahap I akan dimulai pada 1 Oktober 2017 di sejumlah ruas jalan tol. 


Dari sisi kesiapan uang elektronik, dukungan BI dilakukan melalui koordinasi dengan perbankan maupun BUJT mengenai sosialisasi uang elektronik dan memberikan edukasi lokasi/channel top up. 


"BI pun telah menerbitkan Peraturan Dewan Gubernur (PDG) No.19/10/PADG/2017 tebtang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway) yang salah satunya mengatur mengenai skema harga interkoneksi dan interoperabilitas dalam ekosistem GPN," kata Difi dihubungi Radar Surabaya, kemarin.


Di samping itu, BI secara aktif melakukan sosialisasi, baik melalui media koran, radio, online maupun sosialisasi dan edukasi langsung ke masyarakat. Di Jatim,  lanjut Difi, BI telah bekerjasama dengan sejumlah radio untuk melakukan edukasi dan sosialisasi penggunaan uang elektronik di jalan tol dan juga kampanye di sejumlah titik strategis. "Selain BI, pihak BUJT maupun perbankan pun aktif melakukan sosialisasi dan publikasi terkait penggunaan uang elektronik di jalan tol.


Kami akan terus melakukan update mengenai hal ini, kami pastikan semua perbankan sudah mendukung program ini," kata Difi.

Editor : Administrator