Pasokan listrik di pulau Madura yang disulang dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jatim di Surabaya terganggu akibat terbakarnya Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) di bawah Jembatan Suramadu. Beruntung, Sabtu (23/9) sore. Akibatnya, empat wilayah di pulau itu mengalami defisit listrik.
Hany Akasa-Wartawan Radar Surabaya
KEBAKARAN itu diketahui sekitar pukul 16.30 WIB. Asap tampak mengepul dari bawah jembatan memenuhi lajur kendaraan roda dua di bagian bentang tengah. Tepatnya di KM KM 240–260.
Setelah diselidiki, ternyata telah terjadi salah satu kabel SKTT 150 kV arah Ujung-Bangkalan yang terpasang di sisi bawah jembatan Suramadu terbakar. Diduga, kebakaran itu akibat korsleting atau hubungan arus pendek. Pihak Jasa Marga selaku operator Jembatan Suramadu segera turun tangan dan melalukan koordinasi untuk mengatasi kebakaran ini.
Selama ini, pasokan listrik ke Madura disuplai dari dua jaringan kabel tegangan tinggi untuk memenuhi kebutuhan listrik di pulau garam itu yang mencapai sekitar 221 MW saat Waktu Beban Puncak (WBP).
Akibat terganggunya pasokan listrik dari jaringan SKTT yang terbakar, berdampak pada terganggunya pasokan listrik di lima gardu induk dan 48 penyulang sehingga diperkirakan pasokan listrik di Madura akan mengalami defisit sekitar 60-75 MW di saat Waktu Beban Puncak antara pukul 17.30-22.00 WIB. Wilayah yang mengalami defisit listrik meliputi Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan.
Humas PLN Distribusi Jatim, Pinto Raharjo yang dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik ke Madura ini, PLN Distribusi Jawa Timur telah melakukan langkah-langkah penanganan gangguan guna mengurangi defisit listrik.
"Kami sudah memasang 31 genset dengan total kapasitas 1,3 MW yang akan dipasang di beberapa lokasi tersebar, terutama pada lokasi yang dianggap vital," jelas Pinto kepada Radar Surabaya, Minggu (24/9).
Selain itu, PLN juga melakukan optimalisasi pasokan listrik dari Jaringan Tegangan Menengah 20 kV Penyulang Labang ke Penyulang Tambak Wedi. "PLN juga melakukan penarikan penyulang Bulak Banteng/Kenjeran sebesar 8 MW," kata dia.
Saat ini, PLN juga melakukan pengaturan beban dengan melakukan pemadaman bergilir setiap tiga jam sekali untuk menjaga kesimbangan pasokan listrik sehingga tidak terjadi pemadaman yang lebih meluas.
Sementara itu, upaya perbaikan jaringan SKTT 150 kV yang terbakar telah dilakukan sejak Sabtu (23/9) hingga seluruh pasokan listrik ke pulau Madura bisa normal kembali. Diperkirakan perbaikan SKTT 150 kV ini membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Namun demikian, PT PLN (Persero) akan berusaha supaya penyelesaian perbaikan kerusakan pada SKTT 150 kV tersebut dapat lebih dipercepat.
"Untuk sementara kami menghimbau pelanggan PLN di Pulau Madura untuk menggunakan listrik secara lebih hemat, sehingga turut mengurangi terjadinya kekurangan pasokan listrik. Termasuk menghimbau agar pelanggan yang memiliki genset dapat mengoperasikan gensetnya untuk sementara waktu," pungkasnya.
Kepala Gerbang Tol Jembatan Suramadu, Mujiono, menerangkan bahwa kabel tegangan tinggi yang terbakar itu berada di bawah Jembatan Suramadu, tepatnya pada KM 240–260. Akibat kebakaran, jalur roda dua atau motor yang dari Surabaya ke Madura ditutup. Pihak Jasa Marga juga mengalihkan roda dua ke jalur roda empat.
Selain menyebabkan jalur roda dua ditutup, terbakarnya kabel tersebut juga mengakibatkan suplai listrik ke pulau Madura terganggu. Sehingga pihak PLN melakukan pemadaman bergilir pada sejumlah daerah di Pulau Madura.
Hingga kini, penyebab pasti dari terbakarnya kabel itu belum diketahui. Namun diduga kuat kabel penyuplai aliran listrik ke Madura ini terbakar lantaran terjadi korsleting. Beruntung dalam peristiwa ini tidak sampai menelan korban jiwa.
“Korsleting kabel listrik ini baru diketahui Sabtu sekitar pukul lima sore, kemarin,” terang Mujiono kepada wartawan, Minggu (24/9).
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada pengguna roda dua, jalur roda dua dialihkan melalui jalur roda empat. Untuk memadamkan api tersebut, mobil pemadam kebakaran milik pemkot Surabaya diturunkan.
Editor : Administrator