Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ngaku Kerja di Pabrik Roti, Ternyata Jadi Pemijat Plus-Plus

16 Mei 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Mencari  pekerjaan memang sering susah daripada gampangnya. Mungkin inilah yang dialami Karin, 49. Sampai-sampai nekat bekerja di panti pijat plus-plus. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Mengetahui pekerjaan asli Karin ini, tentu saja membuat Donwori shock. Pasalnya, kepada suaminya, Donwori, Karin mengaku kalau ia bekerja di pabrik roti biasa. "Pamite kerjo ya sek limang wulan iki kok, Mbak. Diajak bolone kerjo gak atek soro. Trus ngengkel nak aku pingin kerjo," jelas Donwori di kantor Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin siang (14/5). 

Karena merasa jatah bulanan pemberiannya pas-pasan, Donwori pun mengizinkan Karin untuk bekerja. Pikirnya, agar hari-hari Karin juga lebih berfaedah.  Ketimbang nggosip unfaedah dengan tetangga sebelah yang hampir setiap hari ia lakukan. 

Bulan demi bulan berlalu. Kehidupan rumah tangganya masih damai-damai saja. Donwori masih bergelut dengan pekerjaannya sebagai tukang kayu. Pun dengan Karin yang tetap setia dengan pekerjaannya. 

Namun kedamaian itu tak berjalan lama, setelah teman akrab Donwori datang dan memberikan kabar mengejutkan. Katanya, ia bertemu Karin saat sedang menyambangi panti pijat plus-plus pinggir jalan langganannya."Dekne nakoni aku, kok aku ngolehi bojoku kerjo nak panti pijet. Lah aku yo kaget. Wong bojoku pamite gak kerjo iku," lanjut pria paruh baya ini makin serius. 

Panas karena dilapori aneh-aneh, Donwori pun menanyai Karin. Tentu saja, Karin tak mengakui tuduhan itu. Ia bahkan menantang Donwori untuk mengantarnya ke tempat kerjanya. Dan agaknya Karin memang sudah lihai menipu. Saat Donwori mengantarnya, Karin juga turun di pabrik roti yang katanya menjadi tempat kerjanya beberapa bulan terakhir. Bahkan, untuk menutupi tipu dayanya, Karin menceritakan pekerjaan sehari-harinya di pabrik, yang katanya ada di bagian pemanggang roti. 

Setelah diberikan bukti palsu itu, Donwori akhirnya kembali percaya kepada Karin. Namun lagi-lagi, teman Donwori yang langganan di panti pijat itu, wadul lagi. Kali itu bahkan dengan menunjukan bukti foto Karin yang lalu lalang menunggu pelanggan.

Setelah diberikan bukti, akhirnya Donwori bergegas ke panti pijat itu. Ditemani oleh si teman itu, agar Karin tak curiga, ia datang beberapa jam setelah istrinya berangkat. Dan betul kata Donwori ini, rupanya Karin benar berada di sana. Bahkan saat Donwori datang, Karin baru saja selesai melayani orang. 

Kepek oleh suami sendiri, Karin hanya diam tanpa kata. Sementara saat itu emosinya meledak-ledak. Tentu saja, siapa yang tak kesal ditipu oleh istri. Apalagi pekerjaan yang dijalani bukan pekerjaan halal lagi. 

Lepas kendali, saat itu Donwori memilih tak mengamuk di panti pijat Karin. Ia berusaha menyeret Karin untuk pulang. Untung waktu itu ditengahi oleh rekan Donwori yang langsung mengajaknya pulang. "Wes kecewa. Sampek omah tak talak langsung. Ngisin-ngisini aku wae," tukas pria asal Kenjeran ini, kesal maksimal. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia