Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Hikmah Ramadan 1440 H

Puasa Ajang Memperbaiki Diri

OLEH: Wishnu Sakti Buana-Wawali Surabaya

15 Mei 2019, 17: 04: 32 WIB | editor : Wijayanto

Wawali Whisnu Sakti Buana

Wawali Whisnu Sakti Buana (DOK/RADAR SURABAYA)

BULAN Ramadan menjadi momentum untuk mawas diri. Sebagai cerminan untuk mengevaluasi diri. Sebab, manusia sering kali lupa diri dengan kesibukannya di dunia. Karena itu, bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi umat muslim berlomba-lomba berbuat kebaikan. Tidak peduli apa pun statusnya.

Seburuk-buruknya manusia adalah orang yang tidak memiliki manfaat bagi manusia lainnya. Hidup itu sebetulnya kesempatan untuk mengabdikan pada sesama. Maka, di bulan suci Ramadan ini setiap muslim harus menjauhi berbagai macam maksiat agar puasanya tidak sia-sia. Agar tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.

Dalam berpuasa seharusnya setiap orang berusaha menjaga lisannya dari ngerasani orang lain, dari berbagai perkataan buruk, dari perkataan dusta, perbuatan maksiat, dan hal-hal yang sia-sia.

Momen Ramadan kali ini kebetulan bersamaan dengan peringatan satu tahun tragedi bom di Kota Surabaya. Nah, kerukunan umat beragama di Surabaya ini sudah menjadi percontohan, tidak hanya skala nasional tapi juga internasional. Mana ada di Surabaya konflik antarumat beragama? Sejak zaman peperangan 10 November 1945 seluruh umat beragama di Surabaya bersatu hingga kini.

Menjaga keberagaman antarumat beragama ini  adalah modal utama demi kelangsungan pembangunan hajat hidup sebuah bangsa. Pembangunan tidak dapat berjalan sempurna apabila sumber daya manusianya tidak memiliki sikap saling menghargai di antara sesamanya.

Sikap itu harus tumbuh, baik secara vertikal antara pemerintah dengan rakyat dan horizontal antarsesama anggota masyarakat. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia