Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pemulung Ini Ketahuan Polisi Nyambi Jadi Pengedar Sabu

15 Mei 2019, 16: 26: 02 WIB | editor : Wijayanto

DIBORGOL: Tersangka Joki Siswanto berdiri pasrah di hadapan penyidik.

DIBORGOL: Tersangka Joki Siswanto berdiri pasrah di hadapan penyidik. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Joki Siswanto, 40, bisa disebut pemulung yang berkelas. Selain menjadi pemulung, warga Jalan Sotoh, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Jombang, itu juga berprofesi sebagai pengedar sabu-sabu (SS).

Namun sial, bisnis haram yang dijalani menghantarkannya masuk ke rumah tahanan (rutan) Dittahti Mapolda Jatim. Dia dijebloskan ke penjara setelah tertangkap anggota Ditresnarkoba Polda Jatim, Senin malam (13/5).

Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Sentosa Ginting Manik mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari informasi masyarakat. Tersangka diketahui kerap menjual SS di sekitar rumahnya. Masyarakat yang resah terkait aktivitas pelaku kemudian memberikan informasi ke polisi.

Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim yang sudah mendapatkan identitas dan ciri-ciri pelaku lantas melakukan upaya lidik dan pengintaian. "Tepatnya Senin malam (13/5) lalu, pelaku kami ringkus di rumahnya," ucap Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Sentosa Ginting Manik, Rabu (15/5).

Saat penggerebekan dan penggeledahan, aparat menemukan barang bukti SS yang sudah dikemas dalam beberapa plastik kecil kurang lebih ada 10 poket. "Kami temukan poket sabu itu disembunyikan di dalam dompet warna pink," katanya.

Setelah ditimbang, 10 poket SS tersebut memiliki berat kotor sekitar 15,4 gram. Tak hanya menemukan SS, polisi juga menemukan 1 buah pipet kaca, seperangkat alat isap, 1 buah handphone merk Nokia dan 1 HP merk Xiaomi. Semua disita sebagai barang bukti. “Tersangka mengaku nekat menjadi pengedar karena alasan ekonomi," jelasnya.

Menurut Ginting, tersangka sehari-hari bekerja sebagai pemulung di wilayah Jombang. Selain mengedarkan SS, tersangka juga diketahui sebagai pemakai. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia