Minggu, 19 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Gresik

Latih Konsentrasi, Nunchaku Kian Diminati Remaja

23 April 2019, 11: 40: 15 WIB | editor : Wijayanto

TERAMPIL: Anggota Indonesia Nunchaku Club (INC) Regional Gresik saat latihan di halaman stadion Gelora Joko Samudra.

TERAMPIL: Anggota Indonesia Nunchaku Club (INC) Regional Gresik saat latihan di halaman stadion Gelora Joko Samudra. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Indonesia Nunchaku Club (INC) Regional Gresik merupakan sebuah komunitas yang memiliki ketertarikan pada seni bela diri nunchaku, atau lebih dikenal ruyung yang memainkan dua tongkat berukuran pendek.

Aksi komunitas yang terdiri anak-anak muda itu. Mirip seperti aktor laga di era tahun 1980-an yang sudah almarhum 'Bruce Lee'.  Ditemui saat latihan di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). 

Ketua Nunchaku Indonesia Region Gresik, M Hardi Prasetya, 22, mengatakan bahwa keberadaan komunitas ini bukan untuk latihan, namun sebagai wadah pecinta nunchaku serta sebagai terapi bagi anak-anak, dan orang dewasa yang terkena kram otak.

"Manfaat latihan nunchaku bukan untuk gaya-gayaan. Tapi sebaliknya, ada manfaatnya kalau latihan rutin bisa menyembuhkan kram otak," ujarnya, Senin (22/4).

Dikatakannya, nunchaku sangat bermanfaat untuk terapi. Faktanya, beberapa kali dijadikan terapi untuk anak yang mengalami kram otak. “Atas saran dokter dianjurkan berlatih nunchaku,” ungkapnya.

Olahraga itu dianggap bisa mengatur sensor motorik. Sistemnnya saat menggunakan dua tongkat, otak harus berkonsentrasi penuh. Jika tidak maka salah satu tongkat yang dianyunkan bisa mengenai wajah. 

"Kalau tidak konsentrasi maka wajah atau gigi bagian depan bisa berdarah," ujarnya sambil tersenyum.

Bagi anggota komunitas nunchaku Gresik, olahraga itu merupakan seni bela diri permainan yang menyenangkan. Bisa melatih otak kanan serta kiri untuk berkosentrasi. Tidak hanya itu, kedua tangan kanan dan kaki juga harus piawai saat memainkan dua tongkat.

Tak jarang Hardi dan rekan-rekannya yang tergabung dalam komunitas ini mengalami sedikit cedera akibat kesalahan memainkan tongkat tersebut.

"Awal-awalnya pernah gigi saya nyaris rontok karena salah perhitungan. Sehingga, tongkat menghujam pas di mulut," imbuhnya. 

Seni bela diri nunchaku terdapat beberapa teknik dalam memainkannya. Salah tekniknya adalah teknik bouncing, yaitu teknik memantulkan nunchaku di area otot bisep-trisep.

“Teknik itu adalah teknik dasar yang dilakukan pada mereka yang baru belajar," tutur Hardi.

Seni bela diri nunchaku terdiri atas banyak aliran. Di antaranya, free style (gaya bebas), fighter, dan finger atau bermain dengan jari serta aerial melempar dua tongkat ke udara.

"Untuk INC Regional Gresik rata-rata menekankan pada free style bukan untuk bertengkar," tambahnya.

Bukan hanya lelaki, kaum hawa kini juga demen dengan olahraga ekstrem itu. Bahkan, dalam hal teknik, pemain perempuan tidak kalah jago jika dibandingkan kaum adam.

”Mereka bisa berbagai teknik yang ada. Yang membedakan hanyalah pada kecepatan. Biasanya cowok lebih unggul dalam hal kecepatannya,” katanya sembari tertawa.

Seperti Ifa Fitri. Berawal dari ketertarikan saat melihat di Youtube, ia memutuskan untuk bergabung di komunitas ini. Hingga sekarang, dia sudah banyak menguasai teknik dalam memainkan nunchaku ini.

”Saya sudah bisa banyak teknik. Tapi saya masih belum mahir untuk mengombinasikan teknik-teknik yang ada,” akunya.

Diakui Hardi, keberadaan INC Regional Gresik. Awalnya, berdiri dari pengurus Surabaya yang sudah terbentuk lama. Dirinya, menekankan komunitas yang didirikannya bukan untuk bertengkar tapi bagaimana memainkan nunchaku sebagai seni bela diri.

Salah satu peserta komunitasnya adalah Rofiqi , 44  mengaku, tertarik pada nunchaku sejak lama. Tapi, bukan berarti sudah mahir untuk mengkombinasikan teknik-teknik yang ada.

"Saya berharap melalu komunitas ini bisa memberikan hal positif bagi masyarakat Gresik. Terutama bagi mereka yang ingin mencetak prestasi," pungkas pegawai BUMN itu. (yud/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia