Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Plat Baja Mahal dan Sulit Didapat, Galangan Kapal Menjerit

15 April 2019, 16: 58: 09 WIB | editor : Wijayanto

MAHAL: Sejumlah industri galangan kapal di Gresik mengeluhkan mahalnya harga plat baja.

MAHAL: Sejumlah industri galangan kapal di Gresik mengeluhkan mahalnya harga plat baja. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sejumlah pengusaha galangan kapal di Kabupaten Gresik mengeluhkan kenaikan bahan baku plat baja. Selain mahal, ketersediaan bahan baku tersebut juga sulit didapat.

Direktur Utama Indonesia Marina Shipyard (IMS) Nugroho Basuki, menjelaskan, mahalnya harga bahan baku ini karena harga baja dunia juga mengalami kenaikan. Yang pasti, industri galangan kapal kesulitan mendapatkan baja dengan harga yang murah.

"Sebab, saat ini pasar baja masih cukup tertekan karena tingginya harga bahan baku. Harga bahan baku baja saat ini diatas 500 dollar AS perton. Dari bahan bakunya saja sudah mahal, sehingga dijual ke kami juga cukup tinggi. Bahkan bahan baku baja saat ini terbilang naik diatas 10 persen dibandingkan dua tahun lalu,” katanya.

Dia menjelaskan, tingginya harga baja membuat industri galangan kapal menjerit. Sebab, baja digunakan untuk plat bodi kapal. Tentu saja kondisi ini berdampak pada produksi kapal dalam negeri membuat industri komponen pun terkendala dalam menambah kapasitas produksi. Nugroho berharap pemerintah melakukan pembatasan usia kapal.

"Para pelaku industri sebenarnya berharap ada pembatasan usia kapal sekitar 25 tahun hingga 30 tahun. Sehingga industri ini tetap hidup dengan produksi,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan, General manager PT Orela Shipyard, Bambang Agus. Dia menjelaskan, untuk pembuatan kapal selama ini pihaknya membutuhkan plat baja jenis Hull Structural Steel Plates (Mild Steels) dan High Strength Hull Structural Steel Plates (High Tensile Steels). Karena harga plat baja mahal maka dia harus putar otak mencari strategi agar industrinya tetap survive.

“Strateginya, kami agresif menyasar proyek pembuatan kapal pemerintah. Justru dengan kondisi bahan baku yang sulit ini volume produksi kami tingkatkan,” kata Bambang.

Dia berharap pemerintah gencar memesan kapal untuk keperluan negara. Seperti kapal kenavigasian atau kapal patroli. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia