Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kecamatan Tandes Layani Perekaman E-KTP

13 April 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Salah satu warga sedang melakukan perekaman biometrik E-KTP di Kecamatan Tandes pada Jumat (12/4).

Salah satu warga sedang melakukan perekaman biometrik E-KTP di Kecamatan Tandes pada Jumat (12/4). (Rahmat/radarsurabaya)

TANDES - Warga Tandes yang akan melakukan perekaman E-KTP kini  tak perlu jauh-jauh ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) di Siola. Mulai Selasa (9/4) Kecamatan Tandes membuka kembali pelayanan perekaman biometrik untuk pembuatan E-KTP. 

 “Saat ini perekaman bisa dilakukan di Kecamatan Tandes sebab kemarin dipinjam untuk perekaman masal di Dispendukcapil, baru kemarin Senin (8/4) alatnya dikembalikan ke sini (Kecamatan Tandes,re),” kata Camat Tandes, Dodot Wahluyo ketika ditemui Radar Surabaya pada Jumat (12/4). 

Selain itu dirinya juga mengimbau kepada masyarakat di wilayah Tandes yang belum melakukan perekaman biometrik E-KTP untuk segera melakukan perekaman. 

“kami sudah mensosialisasikan ke seluruh warga, melalui kelurahan maupun membuat surat surat panggilan untuk warga yang belum melakukan perekaman, karena ini penting juga untuk Pemilu, Rabu (17/4) mendatang” imbuhnya. Pemanggilan tersebut berdasarkan data dari Dispendukcapil yang sudah diverifikasi. Jika belum melakukan perekaman namun saat diverifikasi  warga tersebut masih tinggal sesuai dengan alamat, nomor induk kependudukan (NIK) belum terblokir. Sebaliknya, jika saat di data kemudian warga tersebut tidak ada dilokasi atau pindah tempat, maka NIK tersebut akan terblokir. “itu termasuk bagi warga yang sudah meninggal tapi belum ada laporan ke Kelurahan,” jelasnya.

Dodot juga menambahkan untuk warga yang lanjut usia dan juga difabel, pihaknya sudah melakukan perekaman ke rumah yang bersangkutan (lanjut usia dan difabel). “kami sudah datangi pihak yang sesuai data yang sudah diverifikasi untuk kami datangi,” jelasnya.

Selain itu Kasi Pemerintahan Kecamatan Tandes, Sri Susilo Ayu menuturkan, bahwa berdasarkan data dari Dispendukcapil, ada 6.268 warga Tandes yang belum melakukan perekaman. “Tetapi 3078 warga tidak berada di alamat yang dimaksud, ada yang sudah pindah alamat ataupun ada yang meninggal,”kata Sri kepada Radar Surabaya. (rmt/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia