Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Dia yang 'Mengambil' Suamiku, Aku yang Disalahkan

13 April 2019, 01: 45: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Yang salah jumawa, sementara yang benar dipojokkan. Ketidakadilan ini rupanya tak hanya terjadi di ranah hukum saja. Dalam urusan asmara pun, hal serupa juga biasa terjadi. Seperti yang dialami Karin, 34, ini. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Siapa pun yang berada di posisi Karin, pasti akan kesal. Betapa tidak. Suaminya direbut oleh rekan kerja sendiri. Yang membuat tambah jengkel, si pelakor ini tidak merasa bersalah. Malah seenaknya menyebarkan fitnah yang membuat namanya buruk di mata rekan sekantornya.

Kisah asmara antara Karin, Donwori, dan Sephia ini boleh dibilang panjang dan sedikit rumit. Ketiganya merupakan rekan satu kantor, tujuh tahun silam. Setelah terlibat cinta lokasi, akhirnya Karin dan Donwori  menikah dua tahun kemudian. Di awal, hubungan rumah tangga pasutri ini baik-baik saja. Bahkan Donwori mau mengalah dengan mencari pekerjaan di perusahaan lain.

Namun baru menginjak tahun ketiga, rumah tangganya sudah goyah. Tanpa aba-aba, Donwori mengajak Karin bercerai dengan dalih perbedaan agama.

"Kalau memang karena agama, kok baru sekarang dipermasalahkan.  Kenapa gak dari dulu sebelum menikah. Gak masuk akal alasane," keluh Karin bersungut-sungut, di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Klas 1A Surabaya, awal pekan ini. 

Meski awalnya keberatan, akhirnya Karin mengabulkan keinginan Donwori. Keputusan ia ambil setelah melihat perubahan sikap suaminya yang semakin banyak tingkah. Yang kerap pulang telat, bahkan pernah tak pulang berhari-hari. Karin mengaku akan lelah mental sendiri kalau tetap ngeboti Donwori. 

Namun di tengah proses pengurusan cerai, rumor baru menyebar di kalangan lingkungan kerjanya. Gosip beredar mengatakan bahwa Sephia dan Donwori mulai berpacaran. Terjawablah sudah kecurigaan Karin. Diikuti dengan rasa jengkel karena merasa dikhianati. 

Rumor kedekatan antara Sephia dan Donwori memang bukanlah sesuatu yang baru. Sejak awal, Sephia memang mengejar Donwori. Namun  hubungan keduanya tidak berhasil, karena saat itu Donwori sudah memacari Karin dan memutuskan menikah. Tak disangka, cinta yang patah itu tumbuh kembali. 

"Dulu wah, getol banget dia kalau PDKT(dengan Donwori, Red). Tapi, ya ditolak terus. Katanya, dianyamakne sama aku. Eh, nggedabrus," lanjut Karin kemudian. 

Pasangan  Donwori dan Sephia ini juga tak cukup memberikan kejutan. Setelah gosip menyebar ke mana-mana, keduanya semakin blak-blakan mengumbar hubungan. Bahkan Donwori tak sungkan apel untuk makan bersama dengan Sephia di kantin depan kantor mereka. Tanpa dosa meskipun proses perceraiannya masih bergulir di pengadilan. Dari sini, tak hanya Sephia dan Donwori yang jadi omongan. Bahkan Karin pun ikut-ikutan jadi trending topik dengan #mantan istri yang mengenaskan.

Namun cerita tragis perempuan asal Kertajaya ini tak hanya berhenti di situ. Setelah pamer kemesraan, Sephia resign seminggu kemudian. Awalnya, keluarnya Sephia dari kantor disambut bahagia Karin. Ia lega, tak harus lagi satu ruangan, saling menghindar atau  pura-pura baik dengan pelakornya.

Sayangnya, Sephia kurang puas menyiksa Karin. Setelah Sephia resign, Karin mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari rekan-rekan kantornya.  Yang dituduh menindas Sephia lah, menyiksa lah, semua alasan buruk yang menjurus pada alasan Sephia keluar. Bahkan ada yang sedikit rasis. " Jadi ada yang bilang aku menghalangi hubungan orang seagama (Donwori dan Sephia). Aku yang beda agama harusengalah. Intine aneh lah, aku kok dadi sing salah ngene," lanjut ibu satu anak ini lagi, keheranan. 

Belakangan, Karin tahu sendiri bahwa rumor-rumor buruk itu disampaikan oleh Sephia sendiri demi menjelekkan nama Karin di hadapan yang lain. Oalah, pantas saja Sephia jadi pelakor, licik begitu. Sabarya  Mbak Karin. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia