Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Karma Sopir Pribadi Keblinger Harta

Hasil Gelapkan Mobil dan Motor Majikan Habis Ditipu Calon Istri

4 Penadah Mobil Ikut Diamankan

12 April 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIRINGKUS: Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penggelapan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (12/4).

DIRINGKUS: Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penggelapan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (12/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sudah Jatuh tertimpa tangga. Nasib itu menimpa Rusli, 35, warga Jalan Danakarya XC, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir. Usai menggelapkan mobil Toyota Agya nopol L 1994 YD dan sepeda motor Honda Beat milik majikannya, dia malah kena tipu calon istrinya. Tersangka akhirnya dibekuk di Jalan Sukomanunggal oleh polisi.

Selain menangkap Rusli, polisi juga menangkap empat penadah mobil dari tersangka. Yakni Chalid, 36, warga Jalan Bronggalan Sawah VI A, Tambaksari, M Aris, 27, warga Jalan Rangkah VI, Tambaksari, Dimas Minggus Triadi, 56, warga Jalan Tambaksari, dan Kasianto, 59, warga Jalan Rungkut Lor.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti mengatakan, mobil korban berhasil diamankan di Sidoarjo. Sementara untuk motor masih dicari. “Kami juga masih mencari penadah berinisial G diduga asal Madura," imbuhnya, Jumat (12/4).

Kejadian penggelapan mobil dan motor ini bermula ketika tersangka bekerja di rumah korban. Dia diminta korban untuk menjemput anaknya ke sekolah. Namun, malah melarikan mobil tersebut. Tidak hanya mobil, tersangka yang bekerja sebagai sopir itu juga mengambil motor korban.

Barang curian itu kemudian dijualnya. Ia menghubungi keempat tersangka lainnya. Ia meminta bantuan hingga akhirnya mobil itu berhasil dijual seharga Rp 12,5 juta. Sedangkan, motornya dijual seharga Rp 1,7 juta.

Setelah mendapat uang tersebut tersangka lari ke Lampung. Dia ingin bertemu kenalannya di Facebook. Perempuan kenalan tersangka ini mau diajak menikah.

Malah, dia juga sudah mentransfer uang senilai Rp 6 juta. Namun, sialnya pujaan hatinya itu memberikan alamat palsu. “Kami tangkap tersangka usai pulang ke Surabaya,” ujar Bima.

Rusli mengaku galau. Harapannya menikah pupus begitu saja. "Saya juga kena tipu. Padahal saya nekat biar bisa nikah ternyata ditipu," ungkapnya. (gun/vga)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia