Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Ditahan Arema, Persebaya Harus Kerja Lebih Keras di Malang

10 April 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

IMBANG: Pemain Persebaya Damian Lizio (kiri) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya setelah membobol gawang Arema FC dalam laga final leg 1 Piala

IMBANG: Pemain Persebaya Damian Lizio (kiri) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya setelah membobol gawang Arema FC dalam laga final leg 1 Piala Presiden 2019 di Stadion GBT Surabaya, Selasa (9/4). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan dukungan 50 ribu pendukungnya saat menjamu Arema FC pada leg pertama babak final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (9/4). Bermain di kandang sendiri Green Force hanya mampu bermain imbang 2-2.

Final leg kedua akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Jumat (12/4). Keberhasilan mencetak dua gol di markas Persebaya menjadi keuntungan bagi Arema FC karena peraturan gol tandang digunakan, cukup bermain imbang 0-0 Arema FC bisa menjadi juara, sedangkan Persebaya harus menang atau seri tapi lebih dari dua gol untuk bisa menjadi juara Piala Presiden 2019.

Pertandingan final leg pertama berlangung menarik. Persebaya dua kali unggul lewat Irfan Jaya dan penalti Damian Lizio, namun Arema dua kali pula menyamakan kedudukan melalui gol Hendro Siswanto dan Makan Konate.

Sejak wasit Oki Dwi Putra meniup peluit tanda kick off, Persebaya langsung tampil menggebrak. Hasilnya laga baru berjalan tujuh menit Green Force sudah unggul. Gol pembuka dicetak Irfan Jaya, menerima umpan lambung Otavio Dutra, Irfan sempat mengontrol bola untuk mengecoh Johan Alfarizi. Setelah itu pesepak bola asal Bantaeng ini melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, dan tidak mampu dijangkau kiper Kurniawan Kartika Ajie.

Tim tamu hampir menyamakan kedudukan pada menit 10. Sayang tembakan mendatar Arthur Cunha berhasil digagalkan Miswar Saputra, kiper Persebaya. Persebaya harus kehilangan M. Hidayat pada menit ke-11 karena cedera paha. Posisinya digantikan Fandi Eko Utomo.Persebaya sedikit mendominasi penguasaan bola pada 20 menit awal babak pertama. Mereka bermain cukup tenang dan sabar. Sementara Arema berupaya keluar dari tekanan lewat serangan balik.

Upaya tersebut tampaknya berimbas positif. Perlahan tapi pasti Arema bisa melepaskan diri dari tekanan tuan rumah. Seperti saat memperoleh peluang emas pada menit ke-21. Sayang umpan Makan Konate tidak bisa diselesaikan dengan sempurna oleh Dedik Setiawan.

Puncaknya saat Hendro Siswanto sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-33. Ia berhasil mencuri bola yang dikuasai Fandi Eko Utomo sebelum menaklukkan Miswar dengan sebuah tendangan keras. Hendro berlari ke arah barat laut dan merayakan golnya di hadapan Bonek. Selebrasi itu memantik respons penonton. Mereka menghujani pemain Arema dengan botol air mineral.

Cedera Hidayat berpengaruh kepada keseimbangan di lini tengah Persebaya. Fandi Eko yang didapuk sebagai pengganti, tak bisa bermain maksimal. Tak ada pemain jangkar yang mampu menahan bola bagi Persebaya. Hasil imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Persebaya mengawali babak kedua dengan peluang emas Fandi Eko menit ke-48. Namun tembakannya dari dalam kotak penalti masih melenceng di kanan gawang. Manu Dzhalilov juga hampir menjebol gawang Arema pada menit ke-50. Walaupun berdiri di depan gawang, sontekannya dapat digagalkan kiper Arema.

Kembali, peluang emas Persebaya pada menit ke-56 disia-siakan Dzhalilov. Pemain asal Tajikistan ini gagal menyambut umpan matang Lizio. Persebaya nyaris tertinggal pada menit 60 saat Miswar Saputra melakukan blunder. Ia justru memberikan umpan kepada pemain Arema Ricky Kayame. Beruntung ada M. Syaifuddin yang sigap merebut bola.

Persebaya akhirnya kembali unggul. Green Force mendapatkan hadiah penalti setelah Amido Balde dijatuhkan Hamka Hamzah di kotak terlarang pada menit ke-70. Damian Lizio yang menjadi eksekutor penalti berhasil menggetarkan gawang Arema yang dikawal Kurniawan Kartika Ajie. Persebaya kembali unggul 2-1 pada menit ke-73.

Arema FC secara mengejutkan mampu membuat Bonek terdiam lewat gol Makan Konate pada menit ke-79. Memanfaatkan kesalahan out position kiper Miswar Saputra, Konate melepaskan tendangan bebas jarak jauh ke pojok kiri gawang. Persebaya berusaha keras untuk mencetak gol ketiga. Namun, hingga laga usai skor imbang 2-2 tetap bertahan.

Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya harus bekerja keras di leg kedua final Piala Presiden 2019 yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4). Bermain di depan Aremania, Arema FC memiliki keunggulan dua gol tandang yang mereka raih di leg pertama ini.(sam/rak)

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia