Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Rutin Patroli Air dan Sosialisasi Buang Sampah Sembarangan

10 April 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ANTISIPASI: Petugas tengah melakukan pembersihan sampah yang nyangkut di rumah pompa Romokalisari. DLH menggencarkan sosialisasi dan screening sampah,

ANTISIPASI: Petugas tengah melakukan pembersihan sampah yang nyangkut di rumah pompa Romokalisari. DLH menggencarkan sosialisasi dan screening sampah, khususnya di rumah pompa. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

JIMERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya terus berupaya mengurangi sampah plastik yang tersebar di Kota Surabaya. Oleh karena itu, DLH sangat intens melakukan sidak keliling sungai Brantas. 

Selain dengan cara keliling sungai, DLH Kota Surabaya juga melakukan screening melalui rumah pompa air. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Seksi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup DLH Ulfiani Ekasari. 

“Jadi kami dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) menggunakan rumah pompa untuk screening sampah plastik. Agar sungai Surabaya tidak semakin menumpuk sampahnya,” kata Ulfiani di kantornya, Selasa (9/4). 

Saat sidak di sepanjang aliran sungai, mulai dari kawasan pintu air Rolag hingga kawasan Jalan Mastrip, DLH juga memantau beberapa home industry atau pabrik yang melanggar aturan membuang limbah di sungai. Jika kedapatan membuang limbah sembarangan, DLH tidak segan-segan menindak tegas perusahaan tersebut. 

“Kalau perusahaan di sepanjang sungai itu kita lebih ketat pengawasannya, karena masuk dalam target pengawasan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga mewajibkan setiap limbah yang dikeluarkan perusahaan di sepanjang bantaran sungai untuk melakukan uji laboratorium lingkungan secara berkala tiap bulannya. Setelah uji laboratorium, pihak perusahaan diwajibkan untuk melaporkan hasil uji laboratorium kepada DLH. “Uji lab-nya (laboratorium, Red) harus yang sudah ditetapkan oleh gubernur. Kalau tidak melakukan uji secara berkala maka perusahaan tersebut akan diberi peringatan pertama secara tertulis. Jika melanggar lagi akan kami tutup,” imbuhnya.

Selain rutin melakukan patroli air dan pengujian laboratorium limbah, pihaknya juga melakukan sosialisasi rutin dengan warga sekitar bantaran sungai di Surabaya. Sosialisasi dirasa ampuh untuk mengurangi sampah plastik dan limbah. Karena warga yang tinggal di sepanjanga bantaran sungai di Surabaya memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan di kawasan tersebut. 

“Sosialisasi ini penting, karena warga kan sering membuang sampah sembarangan. Apalagi sampah diapers (popok sekali pakai, Red), bisa membahayakan lingkungan sekitar dan dirinya sendiri,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia