Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pemprov Akan Buka 4 Wilayah Pertambangan Baru di Selatan Jatim

26 Maret 2019, 16: 03: 58 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi pertambangan di Jatim

Ilustrasi pertambangan di Jatim (DOK/JPNN)

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menilai potensi tambang mineral Jatim masih besar. Namun masih belum dimanfaatkan dengan optimal. Padahal kontribusinya dinilai mampu mendukung perekonomian Jatim. Oleh sebab itu, pemprov mengusulkan empat wilayah baru untuk dibuka sebagai pertambangan.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim Supoyo mengatakan, banyaknya mineral yang terpendam di tanah selatan Jatim memberikan peluang yang besar bagi investasi tambang. Terlebih kebutuhan produk tambang yang banyak dicari, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga sebagai bahan perhiasan. "Saat ini kami sedang menguji kelayakan wilayah tersebut untuk dibuka sebagai tambang emas," terangnya.

Keempat wilayah tersebut berada di Banyuwangi, Malang, Pacitan, dan Blitar. Supoyo mengaku, pihaknya sedang menunggu hasil uji kelayakan dari Badan Geologi sebelum diusulkan ke kementerian. "Kalau nanti sudah ditetapkan, nanti diserahkan provinsi untuk di lelang. Pelelangan ini investasi bukan pembelian, karena sekarang ini kita ingin bagaimana daerah itu juga menikmati," imbuhnya.

Supoyo berharap adanya pengusulan tambang baru ini dapat mendorong perekonomian Jatim bagian selatan. Untuk itulah pemerintah menetapkan pertambangan ini sebagai investasi dan tidak dijual ke perusahaan lain. Hal ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi pemerintah daerah agar dapat merasakan profit dari bisnis pertambangan ini. "Nanti bisa membantu kesejahteraan ekonomi di Jatim selatan," katanya.

Terlebih, pemprov kini menekankan golden share dari tiap perusahaan tambang yang masuk. Supoyo menyebutkan pemerintah diharapkan dapat memiliki saham setidaknya 10 persen dari tambang yang beroperasi. Golden share sendiri merupakan pembagian keuntungan, tanpa pemerintah harus menyetorkan modal sebelumnya. Dari keuntungan yang didapat ini, nantinya hasilnya akan dibagi untuk pemprov dan pemerintah daerah tambang tersebut berada.

Sampai saat ini, meski memiliki banyak kekayaan mineral, kontribusi tambang bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim masih sangat sedikit. Di tahun 2018 sendiri, hasil tambang ini hanya menyumbang 4,22 persen ke PDRB. "Saat ini memang masih sedikit, dengan semakin banyak yang berproduksi, tambang semakin banyak ya nanti semakin besar kontribusinya," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia