Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

UNBK SMK Hari Pertama, Satu Siswa Opname Ikut Susulan

26 Maret 2019, 12: 58: 03 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU: Pengawasan UNBK lewat kamera CCTV.

PANTAU: Pengawasan UNBK lewat kamera CCTV. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Sebanyak 13.318 peserta didik di Sidoarjo mulai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama untuk tingkat SMK secara serentak Senin (25/3). Pada hari pertama, ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) se-Kabupaten Sidoarjo itu mengikuti ujian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Kepala Seksi SMK untuk wilayah Sidoarjo-Surabaya Rintis Jona mengatakan, pelaksanaan UNBK tersebut telah dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sejak beberapa bulan sebelumnya.

Dia mengatakan, seluruh SMK di Sidoarjo telah dipastikan tidak memiliki kendala berarti. Mulai dari jaringan, komputer, hingga masalah kelistrikan. "Sudah kami pastikan semua komputer bisa digunakan dan jaringannya lancar," katanya.

Sementara itu, sebanyak 412 siswa mengikuti UNBK di SMKN 1 Buduran. Para peserta ujian tersebut menempati empat ruang kelas yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Keempat kelas tersebut terdiri dari empat paket keahlian. “Ini mulai dari akomodasi perhotelan, tata boga, tata kecantikan rambut, kulit dan tata busana,” kata Kepala SMKN 1 Buduran Agustin.

Dari 412 siswa yang mengikuti UNBK, terdapat 8 siswa dalam kategori berkebutuhan khusus. Namun begitu, satu siswa memilih bmengundurkan diri setelah pendaftaran peserta UNBK tersebut dilakukan.

Dalam ujian pertama kemarin terdapat satu siswi yang tidak dapat mengikuti UNBK. Hal itu lantaran siswi tersebut sedang opname setelah terserang Deman Berdarah Dengue (DBD). “Satu siswi yang opname tadi akan kami ikutkan ujian susulan,” tambahnya.

Selain itu, dalam proses UNBK terdapat satu proktor dan satu teknisi. Sedangkan di masing-masing ruangan dilengkapi dengan CCTV sehingga kepala sekolah dapat memantau melalui monitor yang terpasang di ruangan khusus. “Setiap hari ada tiga sesi ujian, tapi bisa kita pantau melalui monitor karena selain proktor dan teknisi tidak boleh berada di dalam ruangan peserta ujian,” pungkasnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia