Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sekolah Dampingi Siswa Siapkan UTBK

20 Maret 2019, 16: 39: 49 WIB | editor : Wijayanto

DISKUSI: Dua siswa SMAN 1 Gresik sedang berdiskusi persiapan UTBK yang akan digelar mulai 15 hingga 26 April 2019.

DISKUSI: Dua siswa SMAN 1 Gresik sedang berdiskusi persiapan UTBK yang akan digelar mulai 15 hingga 26 April 2019. (DOK/RADAR GRESIK)

GRESIK - Meski Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi (SBMPTN) bukan tanggung jawab sekolah, namun beberapa sekolah di Gresik masih mengawal siswanya untuk memantau pendaftaran hingga pelaksanaannya.

Kepala SMAN 1 Gresik, Syafaul Anam mengatakan untuk mempersiapkan siswanya ikut dalam  Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), pihaknya menggelar bimbingan belajar setiap akhir pekan.

“Naskah soal dari tahun sebelumnya berbeda, ada beberapa tes seperti akademis, psikologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pastinya,  siswa harus dikenalkan itu. Supaya tidak menggangu kegiatan harian, kami  laksanakan bimbel tambahan setiap hari sabtu,” ungkap dia.

Dikatakannya,  UTBK merupakan ujian tulis yang menjadi syarat wajib siswa sebelum mendaftar ke tahap Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Dari total pekasanaan UTBK, banyak siswa yang mengambil tempat lokasi ujian di Surabaya.

Seperti di antaranya, Universitas Airlangga (Unair), Intitute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”.
Dalam pelaksanaan UTBK sendiri, sudah disediakan 5.445 unit komputer di setiap sesi ujian. Dengan rincian, Unair menyediakan 1.450 komputer, ITS menyediakan 1.400 unit, Unesa menyediakan 1.500 unit dan UPN menyediakan 1.095 unit komputer.

Diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Joni Hermana jika pelaksanaan untuk UTBK setiap saat memiliki kuota. Mengingat jumlah komputer yang disediakan juga terbatas.

“Saat UTBK siswa belum mendaftar ke PTN manapun, jadi bisa memilih pusat UTBK yang diinginkan,”ungkap pria yang juga rektor ITS ini. Lebih lanjut, khota tersebut tersedia pada setiap sesi ujian. “Sistem yang kami gunakan sama dengan tes SBMPTN tahun lalu yaitu semi online. Bedanya tahun ini ada 20 sesi,” kata dia.

Salah satu siswa SMAN 1 Gresik Canthika D mengaku nervous dalam menghadapi UTBK. “Ini tahun pertama UTBK, belum ada pengalaman dari alumnus sebelumnya, guru dan bimbel pun masih meraba naskah UTBK. Semoga saja bisa dikerjakan nantinya,” harapanya. (han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia