Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Antisipasi Pelayanan Lama di RS

Pemkot Siapkan Rekrutmen Dokter dan Perawat

20 Maret 2019, 14: 59: 04 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi pelayanan di RSUD

Ilustrasi pelayanan di RSUD (DOK/JPNN)

SURABAYA - Pelayanan di rumah sakit milik Pemkot Surabaya yang sedikit lama adalah ketika pasien atau keluarga pasien akan menebus atau saat pengambilan resep, karena pelayanan ini masih manual. Padahal Kota Surabaya sudah menerapkan pelayanan kesehatan secara online (e-Health), di mana untuk pendaftaran pasien dan rujukan penyakit sudah cepat terlayani.

Karena itu saat ini  tengah dipikirkan sistem yang bisa terintegrasi untuk semua jenis layanan kesehatan di rumah sakit (RS)  milik Pemkot Surabaya.

Meski demikian, sebaik dan sesempurna sistem layanan apa pun jika jumlah dokter dan perawat tidak sebanding dengan jumlah pasien juga tidak ada artinya. Tetap akan bikin lama layanan karena satu dokter harus tangani banyak pasien.

"Secara umum memang masih banyak kekurangan tenaga dokter dan perawat. Rumah sakit dan Puskesmas sudah kami minta untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan ini," kata Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi.

Kurangnya dokter dan paramedis itu akan berdampak serius pada layanan di rumah sakit. Surabaya sebagai kota terbesar nomor dua di Indonesia harus mampu menciptakan layanan dasar di bidang kesehatan. Layanan lama itu idealnya sudah tidak berlaku di era saat ini.

"Kami mengimpikan layanan di RSUD harus nyaman. Tidak ada antrean dalam hal layanan dasar. Semua harus serba cepat efektif serta memuaskan," kata Eri.

Semua layanan dasar termasuk pemeriksaan penyakit sampai dengan pengambilan obat tidak boleh ada lagi antrean lama. Sementara gedung rumah sakit milik Pemkot Surabaya termasuk  RSUD Soewandhie juga tidak boleh sampai uyel-uyelan. Harus memuat dan menampung pasien dengan nyaman.

Jangan sampai RS milik pemkot memberikan kesan tidak nyaman karena lama antre dan berbelit. Setelah layanan online harus ditunjang dengan tenaga dokter yang memadai. Sebab pemeriksaan pasien juga butuh dokter. Keduanya butuh interaksi sehingga menjadikan pasien nyaman dan membaik secara psikologis karena bertemu dengan dokter.

Jika selama ini memang problemnya adalah kekurangan dokter maka Pemkot Surabaya siap mengadakan rekrutmen tenaga dokter. Sambil menunggu RS dan Puskesmas menghitung kebutuhan dokter spesialis atau dokter lainnya. Pemkot Surabaya  siap menggelar rekrutmen dokter baru dengan sistem kontrak. (gin/rak)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia