Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Empat Sekawan Tega Rampas HP Teman

19 Maret 2019, 18: 55: 34 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Teman makan teman, ini pantas disematkan pada tersangka Nizar, 25, warga Jalan Teluk Nibung, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan. Ia mengajak tiga tersangka lain yaitu Changgi, 26, warga Jalan Bulak Cumpat, Kelurahan Bulak, Kenjeran, Habib, 25, dan Mardiono, 24, keduanya warga Jalan Pogot, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran untuk merampas handphone (HP).

Korban tak lain adalah teman Nizar, bernama Rachmad Sandy Pratama, 25, warga Jalan Bulak Cumpat, Kelurahan Bulak, Kenjeran. Tersangka Nizar yang memiliki ide untuk merampas ponsel Samsung J2 Prime milik Rachmad. Ia juga yang bertugas memanggil korban dan mengajaknya jalan-jalan.

Bahkan, ia berpura-pura sebagai korban perampasan serta turut mengantar korban ke kantor polisi. "Akhirnya kami tangkap tersangka Nizar beserta tiga temannya ini. Sementara, ponselnya sudah dijual oleh tiga tersangka," kata Kapolsek Sukolilo Kompol Ibrahim Ghani, Senin (18/3).

Kejadian tersebut bermula saat keempat tersangka kumpul-kumpul. Mereka mengaku butuh uang ada untuk bayar utang hingga cicilan sepeda motor. Keempatnya akhirnya sepakat melakukan pencurian namun masih bingung siapa korbannya.

"Saat itu tersangka Nizar yang memiliki ide untuk mengambil ponsel milik korban. Ide itu disetujui tiga tersangka lainnya," tambahnya.

Tersangka Nizar akhirnya putar otak dan menghubungi korban untuk meminta bantuan mengantarkannya bertemu teman di Jalan Arif Rahman Hakim, Sukolilo. Korban terpancing dan mengiyakan permintaan tersangka.

Sementara tiga tersangka lain mengambil pisau dan bersiap-siap membuntuti Nizar dan korban. "Ini sudah setting-an, saat korban dan tersangka Nizar jalan, ketiga tersangka lain membuntuti dari belakang," jelasnya.

Sesampainya di Jalan Raya Kertajaya Indah Regency, ketiga tersangka beraksi. Sepeda motor korban dihentikan paksa kemudian tersangka Habib dan Mardiono turun dari sepeda motor. Habib yang sudah menyiapkan pisau dapur langsung mengeluarkannya dan menodongkan ke korban sambil meminta ponsel miliknya. Kemudian Mardiono yang datang langsung memukul wajah korban. Sementara Changgi melihat keadaan sekitar lokasi. 

"Korban yang ketakutan menyerahkan ponsel tersebut. Ketiga tersangka langsung kabur usai mengambil ponsel milik korban," katanya.

Nizar yang berpura-pura ketakutan,  mengajak korban untuk melaporkan ke Polsek Sukolilo. Merasa alibinya kuat ia ikut menjadi saksi perampasan ini. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Namun, polisi menemukan kejanggalan dari pengakuan Nizar dan korban.

Dikarenakan ketiga tersangka tidak mengancam Nizar saat itu. "Kami interogasi Nizar lebih mendalam lagi karena kami curiga ia terlibat dan mengenal ketiga tersangka," jelasnya.

Dari penyidikan terhadap Nizar ini, akhirnya ia mengaku bersekongkol untuk merampas ponsel korban. Polisi mendapat ketiga nama tersangka lain dan mengamankannya satu persatu. Namun, ponsel korban sudah dijual oleh tersangka Habib dengan harga Rp 300 ribu. Hasilnya sudah dibagi, namun Nizar tidak mendapat bagian tersebut. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia