Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Drainase Tersumbat, Jalan Dahan Rejo Langganan Banjir

19 Maret 2019, 18: 31: 09 WIB | editor : Wijayanto

TERGENANG: Para pengendara harus berhati-hati untuk melintasi Jalan Raya Dahan Rejo karena dilanda banjir.

TERGENANG: Para pengendara harus berhati-hati untuk melintasi Jalan Raya Dahan Rejo karena dilanda banjir. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

GRESIK – Banjir di Desa Dahan Rejo, Kecamatan Kebomas kian parah. Selain terdampak pada puluhan rumah warga, banjir sampai meluber hingga jalan raya. Salah satu penyebabnya, banyak alihfungsi lahan tambak menjadi perumahan. Sehingga air tidak bisa berjalan dengan lancar.

Pantauan di lapangan, banjir yang menggenangi Desa Dahan Rejo sejak Sabtu kemarin, itu setinggi 30 hingga 50 centimeter. Banyak warga mengeluh karena banjir mengakibatkan aktivitas mereka terganggu. “Air datang waktu malam, pas berketepatan dengan hujan deras, seketika semua terbangun karena air sudah masuk dalam rumah,” ungkap Nasrullah (28) warga

Dijelaskan, rumahnya selalu kebanjiran ketika hujan turun dengan deras. Dia menduga salah satu penyebabnya adalah aliran drainase yang tidak berfugsi, sehingga air yang semestinya punya tempat sendiri sampai meluber hingga ke rumah warga.

Dugaan lain adalah banyaknya alihfungsi lahan tambak menjadi perumahan. Pasalnya sejak bangunan perumahan belum sebanyak saat ini, rumahnya tidak pernah terkena banjir. “Ada sekitar puluhan perumahan yang sudah berdiri megah di sekitar sini,” jelasnya, Minggu (17/3) kemarin.

Hal senada juga diungkapkan Rabun, 52, warga RT 03 RW 01, bahwa banjir kali ini paling parah di antara banjir tahun sebelumnya. Dia menduga terjadinya banjir diakibatkan adanya pembangunan perumahan di sekitar desanya. “Setiap kali hujan deras pasti banjir, kalau kayak gini bagaimana. Masak dibiarkan tanpa ada tindak lanjut,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kasie Pelaksanaan PLP dan Air Minum Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik Yoseph Ahmad Syeiv Islami mengatakan sudah melakukan reaksi cepat. Minggu pagi kemarin, satu tim diterjunkan. Mereka melakukan pembersiahan sampah yang menyangkut di dalam drainase.

Ditambahkan, pihaknya juga tidak menyangkal kalau dampak banjir diakibatkan masifnya pembangunan perumahan di sekitar desa. Dalam catatanya ada sekitar puluhan perumahan baru yang berdiri. “Kalau dulu kan masih ada tambak, sehingga air bisa tertampung di sana. Sekarang tambah berubah menjadi perumahan,” pungkasnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia