Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik
Aktivitas Kantor Kemenag Gresik Pasca OTT KPK

Gelar Doa Bersama, Kegiatan Administrasi Terganggu

19 Maret 2019, 18: 24: 50 WIB | editor : Wijayanto

SEPI : Ruangan Kepala Kemenag Gresik masih sepi dan staf setempat tidak berani mendekati.

SEPI : Ruangan Kepala Kemenag Gresik masih sepi dan staf setempat tidak berani mendekati. (UMY HANY AKASA/RADAR GRESIK)

GRESIK - Pasca penahanan Kepala Kantor Kementrian Keagamaan (Kemanag) Kabupaten Gresik, Muwafaq Wirahadi oleh KPK, aktivitas kantor  terlihat sepi. Namun pada Senin (18/3) pagi, para staf Kantor Kemenag  menggelar doa bersama untuk keselamatan di kantornya.

Kegiatan doa bersama ini menjadikan staf Kemenag khawatir. Mereka tampak takut dengan kejadian  kasus Operasi Tangkap Tangan Kepala Kemenag Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi di Sidoarjo.

Pegawai Kemenag Edy Sunaryo mengatakan, seluruh pegawai dan staf membuka kegiatan kerja untuk senin kemarin dengan doa bersama. “Untuk keselamatan, supaya di kantor kami bekerja tetap aman,” ungkap Edy.

Pasca ditangkapnya Muafaq oleh KPK memang kondisi kantor Kemenag lebih sepi dari biasanya. Ruangan Muafaq masih disegel oleh KPK. Padahal, ratusan berkas menumpuk menunggu proses penandangatanganan. “Mayoritas berkas dan sertifikat guru, namun ada juga yang untuk kebutuhan lainnya,” ungkap Edy.

Akibatnya, kata dia, beberapa berkas harus disposisi dulu terhadap Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kemenag, Munir. “Tapi, tidak semuanya bisa ditandangani karena ada yang harus langsung bapak (ketua Kemenag,red). Ya otomatis nunggu keputusan,” ungkap Edy.

Beberapa tugas Muafaq juga langsung dihandle oleh Kabag TU Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim di Sidoarjo. Karena ada administrasi yang membutuhkan disposisi secara cepat. Misalnya, terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Nasional (UNBK). “Untuk waktu dekat ini yang butuh penanganan cepat UNBK dan haji,” kata dia.

Pegawai magang, Krisna Hidayat mengaku hari kerja kemarin berbeda dengan hari aktif  biasanya. “Ramai. Banyak tamu yang datang, minta tanda tangan atau sekedar pelatihan di beberapa ruangan. Ini sepi. Semuanya duduk di tempat kerja masing-masing,” ungkap Krisna.

Sekedar diketahui, Muafaq tertangkap OTT oleh KPK bersama dengan ketua PPP Romahurmuziy dan  Kakanwil Jatim Haris Hasanuddin. (*/ris)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia