Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Revitalisasi Infrastruktur Air BGS

Dua BUMN Menangkan Lelang Penyediaan Air Minum di Gresik

19 Maret 2019, 18: 15: 56 WIB | editor : Wijayanto

SEGERA CAIR: Optimalisasi BGS di Bungah bakal digunakan sebagai sumber bahan baku air oleh PDAM Gresik.

SEGERA CAIR: Optimalisasi BGS di Bungah bakal digunakan sebagai sumber bahan baku air oleh PDAM Gresik. (DOK/RADAR GRESIK)

GRESIK - Harapan Bupati Gresik untuk mendapatkan tambahan baku mutu air untuk pelanggan PDAM Giri Tirta segera terwujud. Pemerintah pusat saat ini sudah memastikan ada dua anak perusahaan BUMN yang akan menggarap proyek air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS).

Kedua BUMN itu masing-masing PT PP Infrastruktur, dan PT PT Krakatau Tirta Industri (KTI). Mereka memenangi tender proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Gresik berkapasitas 1.000 liter per detik (lpd). Sinergi perusahaan pelat merah ini mengungguli tiga konsorsium lain yang lulus prakualifikasi.

Direktur Utama PP Infrastruktur, Didik Mardiyanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap persiapan penandatanganan kontrak. Selanjutnya, dalam enam bulan mendatang diharapkan menuntaskan tahap pemenuhan pembiayaan atau finansial close.

"Secara pararel kami akan memulai tahap konstruksi yang didanai dari modal sendiri. Kami perkirakan tahap pemenuhan pembiayaan Gresik dalam 6 bulan mendatang bisa tuntas,” katanya.

Dijelaskan, untuk mengerjakan proyek SPAM Gresik pihaknya bersama dengan PT KTI juga telah mendirikan perusahaan konsorsium atau patungan. Perusahaan itu PT Pembangunan Perumahan Krakatau Tirta. Perusahaan patuangan ini akan mendapatkan suntikan modal dari kedua induk usaha perusahaan sebanyak Rp 12,5 miliar dari total modal dasar sebesar Rp 50 miliar.

“Untuk proyek SPAM Gresik, kami menggenggam porsi 75 persen sedangkan KTI 25 persen. Sebelumnya, kami juga terlibat pada dua proyek pengusahaan SPAM Kali Angke di Tangerang Selatan dan SPAM Jatisari Bekasi. Kedua proyek ini dibangun dengan kapasitas 200 lpd,” tandasnya.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar banyak. Alasannya, hingga saat ini panitia lelang belum memberikan laporan apapun kepada pemerintah daerah.

“Sampai hari ini saya belum tahu siapa peserta dan pemenang lelang. Karena belum ada laporan secara resmi yang masuk kepada Pemkab. Nanti saya akan memberikan statement apabila sudah mendapatkan Surat Perintah Kerja (SPK),” kata Sambari.

Sementara itu, Dirut PDAM Gresik, Siti Aminatus Zahriyah menyatakan, berdasarkan hasil lelang, PT PP Infrastrutur dan PT Krakatau Steel Industri dinyatakan sebagai pemenang proyek SPAM Gresik air Gresik dengan nilai kontrak mencapai Rp 790 miliar.

“Proyek ini diharapkan bisa menambah kapasitas air minum yang saat ini masih di bawah kebutuhan ideal untuk melayani 1,31 juta jumlah warga Kabupaten Gresik,” katanya.

Risa menambahkan, hingga Desember PDAM Giri Tirta memiliki kapasitas terpasang 1.317 lpd dengan volume produksi 1.019 lpd.  “Untuk Jumlah sambungan pelanggan mencapai 91.516 dengan penduduk terlayani 556.522 jiwa,” tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia