Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Abaikan Imbauan Dishub, Kendaraan Carteran Macetkan Raya Gedangan

19 Maret 2019, 18: 08: 23 WIB | editor : Wijayanto

PERLU TINDAKAN: Beberapa kendaraan carteran yang parkir di bahu Jalan Raya Gedangan.

PERLU DITINDAK: Beberapa kendaraan carteran yang parkir di bahu Jalan Raya Gedangan. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Di sepanjang Jaran Raya Gedangan hingga Buduran tampak sejumlah mobil pikap dan truk terparkir di bahu jalan. Beberapa penjual buah-buahan yang menggunakan pikap juga menepi di bahu jalan utama Surabaya-Malang tersebut.

Pantauan Radar Sidoarjo, beberapa kendaraan tersebut sengaja parkir di bahu jalan untuk menawarkan jasa carteran kendaraan. Tentu saja mengganggu pengguna jalan raya. Apalagi kawasan itu dikenal sebagai sentra kemacetan di Kota Delta.

Salah satu pengendara, Syaikhu Ila, mengatakan, keberadaan kendaraan yang berjejer di bahu jalan sisi barat dan timur membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Para pengendara motor sering kaget ketika bahu jalan tertutup kendaraan. “Kalau kita agak ngebut pasti kaget tiba-tiba di bahu jalan ada truk terparkir. Ini karena jalannya terpotong separo,” katanya.

Dia menambahkan, kendaraan besar seperti truk membuat kondisi jalan raya semakin sempit. Sehingga menambah kondisi jalan semakin macet setiap kali memasuki jam sibuk. Sementara itu, pemilik kendaraan juga tak terlihat di lokasi.

Sementara itu, Plt UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Arie Prabowo mengatakan, pihaknya sudah sering kali melakukan imbauan kepada penyedia jasa carteran kendaraan untuk tidak memarkirkan kendaraannya di jalan tersebut. “Tapi mereka kan bandel. Penjual buah-buahan juga sering kita tegur, tapi tetap saja seperti itu,” katanya.

Tak hanya itu. Dishub Sidoarjo juga sudah melakukan imbauan kepada pengendara yang sering menepi di halte. Bahkan, petugas dishub juga sudah dipasang di beberapa titik kemacetan untuk mencegah kendaraan parkir di bahu jalan. “Sudah saya pasang teman-teman buat itu, terutama di jam-jam sibuk,” katanya.

Menurut Arie, beberapa kawasan macet seperti di depan Perumahan Puri Surya Jaya, Seruni, dan Tebel menjadi perhatian Dishub Sidoarjo. Namun, pihak dishub hanya bisa melakukan imbauan tanpa bisa melakukan penindakan. “Yang bisa menindak ya polisi. Kalau imbauan ya berkali-kali,” ujarnya.

Arie menambahkan, dishub juga sudah berkomunikasi dengan Satpol PP agar menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan raya. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia