Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Erick Destroyer, Juara WBC Asia dari Gedangan

Harumkan Nama Sidoarjo, Ingin Pertahankan Gelar di Kota Delta

19 Maret 2019, 17: 40: 09 WIB | editor : Wijayanto

JAWARA WBC ASIA: Serka TNI AL Eri Subiyasno alias Erick Destroyer.

JAWARA WBC ASIA: Serka TNI AL Eri Subiyasno alias Erick Destroyer. (ISTIMEWA)

Serka TNI AL Eri Subiyasno yang lebih dikenal sebagai Erick Destroyer, 33, merupakan petinju profesional andalan Kota Delta. Saat ini pria 33 tahun ini tercatat sebagai juara WBC Asia kelas bulu.

Lukman Alfarisi-Wartawan Radar Sidoarjo

ERICK yang sudah bertinju sejak usia 12 tahun saat ini berdinas di Batalyon Infanteri 3 Marinir, Gedangan. Atlet yang tangguh di atas ring ini merebut gelar juara Asia di Subang Jaya, Malaysia, 17 Maret 2018. Saat itu anggota Korps Marinir ini menang TKO ronde 7 atas Muhammad Shehran dari Malaysia.

Sebelumnya di Wates, Jogjakarta, Erick mengalahkan Shehran dengan angka pada partai non-gelar. Sayang, sejak menjadi juara World Boxing Council Asian Boxing Council Silver Featherweight itu, Erick belum juga mempertahankan gelarnya.

“Saya sudah hampir setahun ini tidak pernah naik ring. Bulan depan ada rencana mmpertahankan gelar melawan Jason Butar Butar,” kata Erick Destroyer pekan lalu.

Meski belum ada kepastian, laki-laki kelahiran Jogjakarta, 30 September 1985, ini tetap melakukan latihan serius di Sasana Amphibi Boxing Camp, Gedangan. Sesekali ia terlibat uji tanding bersama sejumlah petinju asal Jawa Timur. Belakangan dia juga mulai mencoba melatih para prajurit muda yang ingin menekuni olahraga tinju.

“Saya sekarang sangat ingin jadi pelatih tinju nasional. Mau cari sertifikat,” kata petinju yang kali pertama naik ring di Malang, 16 September 2012, itu.

Ingin banting setir jadi pelatih. Apakah Erick sudah bosan bertinju sehingga ingin terjun sebagai pelatih? “Tidak ada istilah bosan. Saya masih bertinju. Belum menggantungkan sarung tinju. Cuma pengen punya sertifikat untuk jadi pelatih,” tegas Erick Destroyer.

Tentang rencana naik ring, Erick menegaskaan tidak akan mundur meski sejengkal dalam menghadapi Jason Butar Butar. Jason adalah petinju kelas bulu yang tangguh dari Brigif Mekanis I/PIK/JS Jakarta. Erick mengaku sudah mempelajari teknik bertinju calon lawannya itu.

Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa laga Erick vs Jason belum bisa dipastikan bakal diadakan dalam waktu dekat. Jason bahkan diagendakan mengikuti pertandingan tinju enam ronde melawan Nur Ramajang Arkiang (Bulungan Boxing Camp Jakarta) di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 23 Maret 2019.

Yang pasti, Eric mengaku tidak sabar lagi untuk segera naik ring. “Sebagai petinju profesional, saya harus segera naik ring. Terlalu lama istirahat juga tidak bagus,” kata petinju dengan rekor 12 menang, 4 kalah, dan 1 imbang itu. Erick tercatat tiga kali mengandaskan lawannya dengan KO.

Kepada Radar Sidoarjo, Erick Destroyer menyatakan keinginannya agar bisa bertanding di Sidoarjo. Sebab, dia menilai Sidoarjo memiliki fasilitas yang memadai untuk menyelenggarakan kejuaraan tinju internasional. Dua tahun lalu, misalnya, ada kejuaraan dunia di GOR Sidoarjo.

“Saya tidak minta hadiah dari pemerintah. Saya hanya ingin mempertahankan gelar saya di Indonesia, khususnya di Sidoarjo. Biar semua tahu kalau Sidoarjo punya petinju yang bisa bersaing di dunia internasional,” katanya. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia