Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

Tim DER-ACT DIY Turun Tangan Evakuasi Korban Banjir Bantul

19 Maret 2019, 13: 20: 11 WIB | editor : Wijayanto

Tim DER-ACT DIY Turun Tangan Evakuasi Korban Banjir Bantul

(ISTIMEWA/ACT)

BANTUL – Bencana banjir dan tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi di kawasan Bantul dan sekitarnya, Minggu (17/3), merendam 21 titik di 9 kecamatan di kabupaten yang masuk dalam provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut. Satu orang dilaporkan meninggal dan dua lainya dinyatakan masih hilang.

Untuk membantu para korban, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama tim SAR gabungan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua orang tersebut. “Dua di antaranya adalah ibu-ibu dan satu lagi masih anak-anak,” jelas Haidar, Komandan MRI untuk evakuasi banjir Bantul.

Menurut dia, sekitar 5.000 warga Bantul telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka menuju posko-posko pengungsian. Hingga Senin (18/3) siang, sudah dua gelombang tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT DIY dan MRI yang diterjunkan ke lokasi banjir di Kabupaten Bantul untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

(ISTIMEWA/ACT)

Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto menegaskan, tim sudah diterjunkan di beberapa titik di Bantul untuk menyusuri lokasi banjir dan membantu evakuasi warga. “Pagi tadi, tim DER-ACT DIY dan MRI gelombang kedua juga dikirim ke tujuh titik di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, untuk membantu evakuasi longsor,” ujarnya.

Selain evakuasi, 15 anggota tim juga melakukan gotong royong untuk pembersihan jalan-jalan yang dipenuhi lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Bahkan, beberapa akses jalan masih lumpuh sehingga tim harus membuka jalan darurat untuk melewatinya.

“Kami juga menggunakan alat-alat berat untuk membuka akses jalan darurat, selain menggunakan alat-alat sederhana lainnya,” imbuh Haidar.

Dia menambahkan, hingga kini, tim terus mengusahakan evakuasi di Desa Wukirsari dan mencari para korban yang belum ditemukan. “Untuk aksi selanjutnya, kami Insya Allah akan segera mengirimkan bantuan ke lokasi," ucap Haidar.

(ISTIMEWA/ACT)

Sementara itu Tedjo, salah satu personel DER-ACT DIY yang ikut turun ke lapangan menjelaskan, sebuah rumah di Desa Wukirsari dan beberapa fasilitas umum lainnya ikut terkena dampak banjir. “Ada yang rusak seperti jembatan yang jebol. Kalau banjir sendiri berangsur-angsur sudah mulai surut,” papar Tedjo.

Untuk di Desa Wukirsari, total kerugian sementara ditaksir sejumlah 50 juta rupiah berdasarkan data yang dihimpun tim DER-ACT DIY. Mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, menurut Tedjo, masyarakat Yogyakarta diminta untuk siap siaga utamanya terhadap bahaya banjir dan tanah longsor. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia