Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Festival Rujak Uleg Pecahkan Rekor Muri, Siapkan Hadiah Rp 97,5 Juta

17 Maret 2019, 07: 32: 45 WIB | editor : Wijayanto

HEBOH: Kostum unik peserta juga jadi penilaian tim juri.

HEBOH: Kostum unik peserta juga jadi penilaian tim juri. (DOK)

SURABAYA - Ikon wisata baru Surabaya, Kota Tua, tidak bisa dilepaskan dari kawasan Kembang Jepun sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di Surabaya. Hari ini (17/3), ada even wisata yang sudah masuk kalender tetap Pemkot Surabaya.

Namanya, Festival Rujak Uleg (FRU). Selain untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726, festival ini digelar untuk melestarikan rujak uleg sebagai penganan tradisional khas Surabaya.

Tahun ini, penyelenggaraannya dipersiapkan untuk memecahkan rekor dan tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kategori Peserta Nguleg Rujak Terbanyak. Yakni lebih dari 1600 peserta dan cobek terbesar berdiameter 250 centimeter (cm) dengan tinggi cobek 30 cm.

NGULEG BARENG: Wali Kota Tri Rismaharini akan menguleg rujak bareng.

NGULEG BARENG: Wali Kota Tri Rismaharini akan menguleg rujak bareng. (DOK)

Hari ini (17/3), puluhan ribu warga Surabaya dan sekitarnya diperkirakan memenuhi sepanjang Jalan Kembang Jepun sejak pagi. Untuk memuaskan para penonton yang hadir, FRU menyuguhkan panggung yang akan ditata sedemikian megahnya. 

Perlu diketahui bahwa ada tiga tingkat susunan panggung. Di tingkat teratas ada lah tempat cobek raksasa diletakkan. Ini salah satu perbedaannya. Tahun sebelumnya, cobek utama posisinya sejajar dengan para peserta. 

“Panggung utama akan berada di tengah Jalan Kembang Jepun, di antara sisi Jalan Songoyudan dan Slompretan. Ini sebagai tempat peletakan cobek raksasa. Biar lebih terlihat,” ujar Kasi Pengembangan Objek Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Siti Nursyamsiah.

Di paling bawah (tingkat ketiga) dan kedua, diameter masing­masing panggung mencapai 7 meter. Panggung puncak, diameternya 4 meter. Di tempat itulah cobek raksasa dile takkan. Jadi total diameter panggung mencapai 18 meter. 

Tinggi tiap tingkatan juga berbeda beda. Terhitung dari sisi aspal jalan menuju tingkat ketiga dan kedua tinggi masing-masing 40 cm. Tinggi panggung dari tingkat kedua ke puncak 20 cm. Panggung puncak inilah sebagai tempat diletakkannya cobek raksasa berbobot 1,5 ton. Cobek akan ditopang dengan dudukan bermaterial besi setinggi 140 cm.

Peserta yang terdiri dari total 268 kelompok, tidak perlu khawatir tidak bisa melihat prosesi nguleg bareng Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, karena panitia akan menyediakan 8 layar monitor LED (light emitting diode) raksasa yang tersebar di empat titik lokasi.

Dimana 268 meja peserta ini akan tersebar di sisi Jembatan Merah 22 baris, di sisi Jalan Kapasan 22 baris, sisi Jalan Slompretan 17 baris, sisi Jalan Songoyudan 17 baris, dan 6 meja tamu kehormatan berada dekat panggung utama. 

“Semua akan bisa melihat Bu Wali nguleg. jadi tidak perlu khawatir. Panitia menyediakan layar LED. Dua di Slompretan, dua di Songoyudan, empat di sepanjang Kembang Jepun,” ujarnya.

Tidak hanya menyuguhkan kreasi rujak uleg khas Surabaya, satu perwakilan kelompok diminta menunjukkan kebolehan dalam kreasi busana yang dipakainya. Peserta ini berlenggak lenggok di atas panggung yang disediakan panitia. 

“Jadi skemanya, satu orang mewakili kelompok untuk ikut parade naik panggung sesuai nomor urut. Peserta tidak boleh melakukan pose berhenti. Boleh bergaya tapi sambil jalan,” papar Nur.

Kategori FRU ini digolongkan dalam dua jenis peserta, umum dan hotel. Skema penilaian berbeda­beda. Sistem penilaian terbagi atas dua tahap. Tahap pertama difokuskan untuk tampilan fashion. Tahap dua, fokus ke hasil ulegan rujak. Dari 268 kelompok, tahap

pertama, untuk peserta umum akan dipilih 53 kelompok terbaik berdasar kreativitas kostum dan stand. Tahap kedua dipilih 10 kelompok terbaik berdasar penyajian dan rasa rujak uleg.

Untuk kategori hotel, tahap pertama dipilih 7 dari kreativitas kostum dan stand, sedangkan tahap kedua dipilih 2 penyuguh terbaik dari penyajian dan rasa rujak uleg. Peserta yang lolos di tiap tahap penilaian tidak berdasarkan peringkat. Setiap grup diwajibkan menyiapkan sepuluh porsi rujak, satu disiapkan untuk ditampilkan apabila masuk 60 besar, sembilan lainnya dibagikan ke masyarakat.

Kriteria penilaian kategori umum, tahap pertama (53 nominasi) meliputi keunikan kostum 35 persen, kesinambungan yel­-yel dan gerak 20 persen, penataan meja 15 persen, kebersihan 15 persen dan kelengkapan bahan 15 persen. Tahap kedua (10 penyaji terbaik), penilaiannya meliputi tampilan atau sajian rujak 60 persen dan rasa rujak 40 persen.

Sedangkan kriteria penilaian peserta hotel tahap pertama (7 nominasi) meliputi dekorasi meja 30 persen, keunikan kostum 30 persen, kesinambungan gerak atau yel­yel 20 persen, kebersihan 10 persen dan kelengkapan bahan 10 persen. Tahap kedua, penentuan 2 penyaji terbaik dinilai berdasar kan rasa rujak 60 persen dan tampilan atau penyajian rujak 40 persen.

Disbudpar juga menjelaskan tata tertib pelaksanaan acara, sistem penilaian, bahan yang disiapkan hingga rencana lalu lintas dan penataan parkir. Semua peserta diwajibkan hadir pukul 05.30, karena acara akan dimulai pukul 07.30. Nguleg bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditandai dengan bunyi sirine. Di situlah peserta baru diperbolehkan membuat rujak.

Meriahnya acara tidak lengkap tanpa adanya hadiah. Total hadiah FRU mencapai Rp 97,5 juta. Terdiri dari Rp 90 juta diberikan kepada 60 nominasi masing­masing Rp 1,5 juta dipotong pajak 15 persen.

Rp 7,5 juta diberikan kepada 5 penampil terbaik fashion, masing-masing Rp 1,5 juta. 12 penyaji terbaik non ranking di grand final mendapatkan hadiah masing­masing Rp 750 ribu ditambah voucher Rp 250 ribu dan satu unit sepeda gunung.

Selain pemberian apresiasi bagi peserta, pengunjung juga tidak perlu khawatir tidak kebagian hadiah. Karena akan ada doorprize berupa satu unit motor. Semua masyarakat punya peluang memenangkan sepeda motor ini. Balot yang ada di koran Radar Surabaya digunting, diisi identitas dan dikumpulkan saat pelaksanaan FRU. 

”Satu unit motor ini bisa dimenangkan pengunjung atau peserta yang beruntung. Tinggal gunting balot di koran, lalu isi identitas. Bisa dikumpulkan ke kantor Radar Surabaya atau saat acara berlangsung,” ujar Manager Event Radar Surabaya, Indra Wijayanto, Sabtu (16/3). (rpp/opi)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia