Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Pendekatan Tepat Atasi Tantrum Secara Cepat

16 Maret 2019, 14: 18: 43 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi tantrum

Ilustrasi tantrum (NET)

Surabaya – Tantrum atau luapan emosi tak terkendali ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit atau berteriak. Perilaku ini muncul saat anak menginjak usia dua sampai lima tahun. Anak bersikap demikian karena ia tidak bisa mengutarakan maksud atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Pendekatan yang tepat oleh orang tua, bisa mengatasi tantrum ini dengan cepat.

Tantrum sebagai sebuah perilaku, tidak terlepas dari penyebab dan konsekuensi yang ditimbulkan. Penyebab ini bisa diminimalisir asalkan saja orang tua peka terhadap siapa, kapan, dimana dan situasi seperti apa yang tidak disukai anak. Caranya memberikan pengertian pada anak melalui social story.

“Misal nih, ibu mau pergi arisan keluarga. Sedangkan anak ibu, tidak suka keramaian. Ya ibu ceritakan. Nak nanti disana banyak orang, kalau kamu terganggu, kamu diem aja di kamar,” jelas Psikolog Anak Yoga Budhi Santoso saat ditemui di kelas parenting di Gedung Wanita Kalibokor, Jumat (15/3). 

Konsekuensi yang diberikan pada anak jika ia masih tidak bisa mengendalikan emosinya. Orang tua dapat memberi hukuman dan penguatan (reinforcement) positif atau negatif. Penguatan positif, konteksnya yakni pemberian penghargaan yang bisa meningkatkan perilaku yang diharapkan orang tua. Sedangkan pengutan negatif adalah menghilangkan perilaku tertentu tapi disatu sisi perilaku lain meningkat. Pilihannya dikembalikan lagi ke orang tua, karena sejatinya konsekuensi dari perilaku tantrum ini haruslah bermakna.

“Misal, ibu nih pas anaknya lagi tantrum. Ibu jewer, ibu belikan mainan, apa menjamin, besok enggak tantrum lagi? Kan enggak, yang penting kita tahu cara yang kita ambil ini bermakna untuk anak atau tidak,” pungkasnya. (rpp/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia