Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jelang LOS, Dindik Latih Guru dan Ketua OSIS

14 Maret 2019, 17: 35: 15 WIB | editor : Wijayanto

LATIHAN: Kabid Sekmen Dispendik Kota Surabaya Sudarminto saat memberikan saat gelar pelatihan LOS dan LOOT.

LATIHAN: Kabid Sekmen Dispendik Kota Surabaya Sudarminto saat memberikan saat gelar pelatihan LOS dan LOOT. (AJI GUNAWAN/RADAR SURABAYA.)

SURABAYA - Untuk menyamakan persepsi pendidikan di sekolah antara guru dan orang tua siswa saat Layanan Orientasi Sekolah (LOS), perlu dilakukan pelatihan. Orang tua telah dilibatkan dalam Layanan Orientasi Orang Tua (LOOT) dalam rangkaian Layanan Orientasi Siswa (LOS) setiap penerimaan siswa baru.

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya kembali menyiapkan guru dan siswa untuk LOS  melalui pelatihan yang digelar tiga hari, mulai Rabu-Jumat (13-15/3), di Gedung Wanita Candra Kencana.

Peserta pelatihan adalah Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Ketua OSIS untuk jenjang SMP/MTs. Sementara jenjang SD/MI ditujukan kepada kepala sekolah dan guru kelas. Praktisi Psikologi Pusat Pembelajaran Keluarga Pemkot Surabaya, Fatchul Munir, mengungkapkan untuk mensinergikan pendidikan di sekolah, orangtua perlu dilibatkan.

"Jadi orangtua perlu diberi edukasi terkait pendidikan yang diterapkan di sekolah, saat persepsi sama maka jalannya pendidikan akan lancar karena saling mendukung," kata Fatchul. Fatchul mencontohkan penerapan sanksi di sekolah yang kerap menjadi pro dan kontra, padahal menurutnya mustahil menjalankan pendidikan tanpa sanksi.

"Nah bentuk sanksi ini bisa diorientasikan ke orangtua, agar sanksinya tidak melukai anak maupun orangtua. Bentuknya seperti apa agar bisa mendisiplinkan anak bersama," sambungnya.

Masa LOS menurutnya juga bisa dijadikan konseling individu pada siswa, sehingga setiap siswa bisa diketahui potensinya hingga masalah di dalam keluarga yang mungkin menghambat prestasinya.

"LOS ini sangat tepat untuk mendeteksi anak-anak yang memiliki masalah di keluarga. Terutama yang tidak ada sosok ayah di keluarganya, karena mereka cenderung tidak tahu aturan jadi bisa lebih diarahkan saat di sekolah," urainya.

Sekretaris Dindik Surabaya, Aston Tambunan, menambahkan LOS di sekolah-sekolah Kota Surabaya dimulai tahun 2014 yang sebelumnya bernama Masa Orientasi Siswa (MOS).

LOS tahun ini diperkirakan akan dilaksanakan pada Juli 2019. Untuk bisa mempersiapkan konsep Dindik mulai memberi pelatihan di tingkat guru kelas, kepala sekolah dan perwakilan siswa.

Untuk selanjutnya diteruskan kepada siswa dan guru yang menjadi panitia selama LOS.

"LOS ini murni pelayanan, pelayanan warga sekolah kepada siswa baru. Pelatihan ini untuk menyatukan langkah," imbuh Aston.

Tujuan LOS, lanjut Aston, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dengan begitu, siswa baru dapat merasa aman dan nyaman serta mudah belaja untuk meraih kompetensi yang diharapkan.

Nantinya LOS akan digelar selama dua hari, kemudian dilanjutkan dengan LOOT. Materi LOS bisa dijadikan bahan diskusi dengan orang tua jika ada hal yang tidak berkenan. "Sehari bersama orangtua ini sekolah menyamakan visi dan agar tahu tujuan kalau ada yang tidak sesuai bisa dibicarakan bersama," pungkasnya.(aji/rak)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia