Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Terkait Laporan BPN Prabowo-Sandi

KPU Jatim Instruksikan Verifikasi Data Pemilih

14 Maret 2019, 16: 16: 53 WIB | editor : Wijayanto

SEMOGA LANCAR:  Simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum 2019 di kantor Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya beberapa waktu lalu.

SEMOGA LANCAR: Simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum 2019 di kantor Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya beberapa waktu lalu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menginstruksikan KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan penyisiran dan verifikasi data pemilih dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi. Hasilnya, KPU Jatim membenarkan temuan kesamaan hanya pada tanggal lahir dan bulan pada sejumlah pemilih.

Komisioner KPU Jatim divisi teknis perencanaan dan data, Nurul Amalia mengatakan membenarkan temuan kesamaan hanya pada tanggal lahir dan bulan pada sejumlah pemilih. Namun menurutnya, temuan itu rata - rata sudah berusia 90 tahun ke atas.

“Jadi kami telah turunkan data dari BPN ke teman-teman di kabupaten/kota dan kemudian disandingkan dengan milik kabupaten/kota,” katanya.

Nurul mengatakan banyaknya kesamaan para pemilih usianya sudah tua itu tidak ingat tanggal lahir mereka. Terutama masyarakat yang ada di daerah-daerah, tidak banyak yang tahu kapan mereka dilahirkan.

“Terutama untuk orang-orang lama, yang memang tidak tahu pasti, kapan dia dilahirkan. Mereka hanya ingat kelahiran dengan adanya tanda, misal dilahirkan bersamaan dengan gunung meletus atau hari kemerdekaan. Ini yang menyulitkan,” ungkapnya.

Nurul mengaku data pemilih terus bergerak. Menurutnya selalu ada perubahan semisal meninggal, pindah domisli atau sebab lain. Namun data yang bergerak itu tidak bisa terus dibersihkan. Jika dilakukan, daftar pemilih tetap (DPT) tidak akan selesai dilakukan.

Diketahui BPN Prabowo-Sandi melaporkan 17,5 juta nama pemilih yang menurut mereka tidak wajar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) ke KPU RI. Selain datanya yang ganda, BPN menyebut nama-nama yang masuk DPT tersebut terindikasi fiktif. Indikasi ini karena ada penduduk yang bertanggal lahir sama. Misalnya tanggal 1 Juli yang jumlahnya mencapai 9,8 juta. Sementara yang lahir pada 31 Desember sebanyak 3 juta. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia