Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

19 Pedagang Pasar Pabean Menunggu Nasib Relokasi

13 Maret 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

DIRELOKASI: Sejumlah pedagang berada di area Pasar Pabean, Jalan Panggung, Surabaya, Selasa (12/3).

DIRELOKASI: Sejumlah pedagang berada di area Pasar Pabean, Jalan Panggung, Surabaya, Selasa (12/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Rencana relokasi 19 pedagang  pasar tumpah Pabean sepertinya masih harus ditunda. Pasalnya, masih menunggu realisasi beberapa kesepakatan dari hasil rapat dengar pendapat yang digelar Komisi B DPRD Surabaya.

Bahkan deadline relokasi yang dicanangkan Pemkot Surabaya yakni sejak 26 Februari hingga 26 Maret bulan ini, dinilai tidak berdasar. Karena tidak disertai dengan surat resmi pemberitahuan relokasi dari pihak Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS). 

“Awalnya ada wacana relokasi, entah siapa yang menghembuskan wacana tersebut. Sehingga sejumlah pedagang ikan resah. Karena deadline-nya hingga 26 Maret bulan ini,” ucap Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya  Anugrah Ariyadi, Selasa (12/3).

Menurut politisi PDIP ini, ternyata pihak PDPS yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Pedagang Taufik dan Direktur Teknik Abdul Muhib mengatakan, masih belum ada program relokasi.

“Setelah kita tanya, ternyata tidak ada surat resmi rencana relokasi itu. Artinya kalau tidak ada surat resmi perintah relokasi, pedagang disana tetap jualan seperti semula,” papar Anugrah.

Menurutnya, PDPS harus melibatkan 19 pedagang Pasar Pabean dalam Penentuan Detail Engenering Design (DED). “Jadi tidak ada deadline ke para pedagang untuk pindah lokasi sebelum semua tuntas,” imbuhnya. 

PDPS harus melakukan feasibility study dan jangan membangun Pasar Pabean berdasarkan selera penguasa. Pedagang menjaga Kebersihan dan Ketertiban,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PDPS Abdul Muhib mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan surat perintah terkait relokasi 19 pedagang di pelataran Pasar Pabean.

Namun kata Muhib, memang ada wacana untuk menertibkan sejumlah pedagang yang berjualan di pelataran pasar. “Ada sekitar 19 pedagang yang terlihat berjualan dipelataran pasar Pabean. Akan tetapi yang tercatat memiliki surat lapak sekitar 23 orang,” ungkap Muhib.

Pihaknya masih menyiapkan proposal untuk rencana penataan kembali lapak-lapak yang ada di Pasar Pabean. Hal ini dilakukan supaya para pedagang tidak lagi berjualan di pelataran yang akan menimbulkan kemacetan di pasar itu. “Ada enam pedagang yang sudah kami masukkan ke dalam pasar untuk menempati lapak yang tersedia. Sisanya masih kita siapkan,” urai dia.

Sedangkan perwakilan pedagang ikan basah Pasar Pabean, Abu Yasin mengungkapkan, memang ada wacana tersebut agar mengosongkan lapak dipelataran Pasar Pabean sejak 26 Februari hingga 26 Maret. Yasin menyebutkan, selama ini mereka berjualan dipelataran tetap bayar retribusi yang ditarik. Baik retribusi harian maupun bulanan. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia