Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Bawaslu Temukan 16 WNA Masuk DPT, KPU Sudah Coret

12 Maret 2019, 15: 44: 43 WIB | editor : Wijayanto

Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi

Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi (DOK/JPC)

SURABAYA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jatim masih menemukan tambahan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ada 26 WNA dari 16 Kabupaten/ Kota di Jatim yang masuk DPT.

“Temuan ini berdasarkan hasil dari pencocokan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dengan DPT yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota. Kemudian akan kami faktualkan untuk memastikan yang bersangkutan masih ada di Jatim apa tidak,” ujar Komisioner Bawaslu Aang Kunaifi.

Menurutnya, setelah melakukan proses faktual, nantinya Bawaslu akan memberikan data ke KPU di daerah setempat. Aang mengatakan  KPU harus melakukan pencoretan. “Saat ini tinggal tiga daerah saja yang belum mendapat laporan jumlah WNA. Yakni Surabaya, Kota Blitar, dan Kabupaten Probolinggo. Ketiga daerah ini belum mendapatkan data dari Dispendukcapil masing-masing daerah,” jelasnya.

Aang berharap agar KPU segera melakukan koordinasi dengan jajaran Dispendukcapil agar bisa diketahui data akuratnya. Ia mengaku tidak memberikan batas waktu, namun dirinya berharap data tersebut bisa diketahui secepatnya.

Sementara itu Komisioner KPU Jatim divisi teknis penyelenggaraan dan data Nurul Amalia menegaskan awalnya tidak tahu kalau DPT ini mengandung unsur WNA atau tidak, jika tidak diberi tahu oleh pihak luar. “Karena kami tidak mempunyai data sama sekali terkait WNA. Karena di data kami yang tercatat hanya nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, nama, alamat, jenis kelamin dan tempat tanggal lahir. Selain itu tidak ada,” katanya.

Untuk kewarganegaraan, pihaknya harus mempunyai  by name by address untuk verifikasi ke lapangan. Apakah benar WNA atau tidak. Dan jika terbukti maka akan langsung dicoret dari DPT. “Maka dari itu kami sudah menginstruksikan KPU di Kabupaten/Kota untuk merapat ke Dispendukcapil,” imbuhnya.

Nurul menambahkan dari 16 orang yang terdeteksi di 9 daerah di Jatim memang ada sebagian yang WNA. Kemudian ada juga yang sudah tidak diketahui keberadaannya. Sedangkan sisanya sudah beralih status menjadi Warga Negara Indonesia.

“Jadi tidak semua kita coret, hanya yang terbukti WNA saja. WNA ini bukan tenaga kerja asing (TKA) yang kerja di Indonesia, tapi justru hasil pernikahan. Misalkan ada yang kerja di luar negeri dan menikah dengan orang sana, pulangnya bawa anak. Nah anaknya ini yang statusnya WNA,” pungkasnya. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia