Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

2.165 Sekolah Rusak, Tahun Ini Hanya Perbaiki 58 Unit

12 Februari 2019, 16: 51: 14 WIB | editor : Wijayanto

KORBAN LUMPUR: Gedung SDN Pamotan 1 di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.

KORBAN LUMPUR: Gedung SDN Pamotan 1 di Desa Pamotan, Kecamatan Porong. (LAMBERTUS LUSI HUREK/RADAR SIDOARJO)

SIDAORJO - Perbaikan sekolah rusak akan kembali dilanjutkan tahun ini. Meski begitu, Pemkab Sidoarjo tidak bisa memperbaiki semuanya karena keterbatasan anggaran. Targetnya tahun ini ada 58 sekolah rusak yang akan dibenahi.

Kepala Dinas Perumahan Permukiman Tata Ruang dan Cipta Karya Sulaksono mengatakan, 58 sekolah yang rusak itu terdiri dari 40 sekolah dasar (SD) dan 18 sekolah menengah pertama (SMP). Proses pembangunannya dikerjakan dengan sistem lelang. Sebab, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan satu sekolah rata-rata sebesar Rp 600 juta.

Dia menjelaskan, ada tiga sekolah yang mendapatkan anggaran besar. Yakni SDN Pamotan II Porong dengan anggaran Rp 1,3 miliar, SDN Bulusidokare dengan anggaran Rp 1,2 miliar, dan SDN Anggaswangi II dengan anggaran Rp 1 miliar. Sedangkan untuk SMP yang paling besar perbaikan SMPN I Waru. Besarnya Rp 800 juta.

Sulaksono menyebutkan, pembangunan akan dimulai pada pertengahan tahun. Pemkab akan menetapkan konsultan pembangunan pada langkah awal. Kemudian menyusun perencanaan pembangunan. "Setelah tuntas, kami ajukan lelang," katanya.

Perbaikan sekolah rusak tahun ini difokuskan pada sekolah rusak berat. Pihaknya mendapatkan data tersebut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Sekolah rusak di Sidoarjo jumlahnya besar. Dari data Dikbud untuk SD totalnya mencapai 1.800 sekolah. Sedangkan SMP 365 Sekolah. Menurut dia, pembangunan sekolah rusak memang membutuhkan anggaran besar. Untuk itu, pengerjaannya haris dilakukan bertahap.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso meminta pemkab untuk memprioritaskan perbaikan bangunan sekolah yang rusak di Kota Delta. Politisi PAN ini prihatin lantaran masih ada 2.000 lebih gedung sekolah yang kurang layak.

"Terlalu banyak gedung sekolah atau ruang kelas yang tidak layak di Kabuapten Sidoarjo. Baik yang rusak ringan maupun berat," ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebutkan, revitalisasi bangunan sekolah rusak tahun lalu hanya dianggarkan Rp 9 miliar. Padahal, idealnya Rp 88 miliar. "Kami berharap anggaran itu bisa dimaksimalkan. Sesuai dengan Perbub Nomor 19 Tahun 2017 tentang pendidikan gratis," katanya.

Bangun menilai pemkab kurang tuntas menangani bangunan sekolah yang rusak. Sebab, anggaran masih digunakan untuk keperluan lainnya. Khususnya infrastruktur seperti jalan raya dan normalisasi sungai. "Pembangunan sekolah kurang mendapat prioritas. Padahal, sektor pendidikan menjadi fokus kita dalam pengembangan sumber daya manusia,” katanya. (nis/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia