Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Air Soft Surabaya Club Wajibkan Safety Untuk Anggota

11 Februari 2019, 00: 50: 09 WIB | editor : Wijayanto

GARANG: Jan Leon (tengah atas) saat berpose bersama anggota Klub Air Soft Surabaya Club usai melaksanakan latihan bersama.

GARANG: Jan Leon (tengah atas) saat berpose bersama anggota Klub Air Soft Surabaya Club usai melaksanakan latihan bersama. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Suara tembakan bersahutan dengan suara dentingan peluru yang membentur logam, terdengar saat memasuki ruang latihan tembak di belakang kantor Persatuan Tembak Indonesia (Perbakin) Jalan Gajah Mada, Wonokromo.

Beberapa orang nampak memegang pistol dan mengarahkannya ke sasaran yang ada di depannya. Sasaan itu berbentuk sebuah logam seng berdiameter sekitar 15 centimeter (cm). Ada pula yang berlarian menerobos penghalang dan menembak beberapa sasaran yang sudah disiapkan.

Saat itu, Air Soft Surabaya Club sedang mengadakan latihan rutin untuk anggotanya. Ya, ternyata senjata yang digunakan tersebut bukan senjata api, namun air soft gun. Meski begitu, bentuk hingga berat senjata ini hampir sama dengan senjata sesungguhnya.

Mereka juga melengkapi diri dengan rompi bak seorang tentara yang hendak pergi berperang atau melaksanakan misi perdamaian di kawasan konflik bersenjata. "Kami berkumpul disini rutin untuk latihan air soft gun. Meski bentuknya sama tapi pelurunya ball bearing plastik," kata Penasehat Air Soft Surabaya Club Jan Leon.

Berbagai macam air soft gun digunakan oleh anggota komunitas ini. Mulai dari pistol hingga yang laras panjang semacam senjata serbu dan sniper. Leon mengatakan, komunitas atau klub ini pertama kali didaftarkan sekitar 2009 lalu. Awalnya mereka hanya berkumpul menjadi sebuah tim untuk permainan war game. Sebuah permainan yang melawan tim lain layaknya perang sesungguhnya namun menggunakan air soft gun.

Saat itu tim yang diikutinya mengajukan untuk membentuk klub ke Perbakin. Setelah itu, klub ini mulai berkembang dan semakin banyak yang bergabung hingga mencari sekitar 200 anggota. Anggota sebanyak itu mayoritas pemain untuk war game.

Ada beberapa kategori untuk memainkan air soft gun ini. Salah satunya war game. "War game ini permainan paling tua dan paling banyak peminatnya karena mudah. Tidak terlalu banyak aturan. Biasanya menggunakan senjata laras panjang baik senapan serbu maupun sniper," tuturnya.

Sekitar tahun 2011, klub ini mulai menjajaki mengikuti kejuaraan untuk kategori yang lebih prestise, yaitu tembak reaksi. Tembak reaksi ini tidak hanya ketepatan saja yang dinilai, namun safety dan kecepatan dalam menembak menggunakan pistol menjadi salah satu penilaiannya. Tepat dalam menembak belum tentu menjadi pemenang, jika banyak pelanggaran dalam hal safety dan penilaian lainnya.

"Ini yang membuat tembak reaksi terlihat lebih prestise ketimbang war game. Anggota kita Brandon sering mendapatkan juara nasional untuk kategori ini," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk klub air soft ini sendiri sering mengadakan latihan bersama. Anggotanya tidak hanya masyarakat sipil saja, namun anggota baik TNI dan polisi beberapa bergabung dengan klub ini. Meskipun senjata ini tidak bisa melukai layaknya senjata api, namun keamanan selama menggunakan senjata ini tetap wajib dilakukan.

Bagi yang menggunakan air soft gun ini tidak diperbolehkan mengarahkannya ke orang, apalagi jika dalam posisi sudah terisi. "Itu wajib, salah satu peraturan perlombaan tembak reaksi yang harus dibiasakan ke anggota," katanya.

Ia mengakui, saat ini tidak bisa sembarangan memasukkan anggota baru. Dulu, ia hanya memberikan syarat anggota baru yang bergabung menjalani tes. Tes tersebut dengan aktif mengikuti kegiatan latihan beberapa kali, seperti yang telah disepakati.

Namun, sekarang kepolisian memperketat untuk air soft gun, sehingga ia juga memberlakukan peraturan baru bagi siapa pun yang bergabung. "Harus memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Namun, bukan untuk bekerja, melainkan untuk bergabung dalam klub air soft gun," jelasnya. (gun/opi)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia