Rabu, 24 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Inilah Kronologi Persekusi Guru oleh Siswa di Wringinanom

11 Februari 2019, 00: 02: 17 WIB | editor : Wijayanto

MEDIASI: AA minta maaf kepada gurunya Nur Khalim.

MEDIASI: AA minta maaf kepada gurunya Nur Khalim. (NET)

GRESIK -  Nur Khalim akhirnya membeberkan asal muasal AA, siswa SMP swasta di Wringinanom yang mencekik dan mengancam gurunya karena diperingatkan saat merokok di dalam kelas.

Khalim mengatakan, awalnya dia mengetahui ada beberapa siswa tidak masuk sekolah. Saat dicek di warung kopi, AA dan rekannya yang belum masuk kelas terlihat di warkop. Dia kemudian meminta AA dan teman-temannya masuk ke kelas. Sewaktu saya minta masuk kelas lagi, AA ngamuk  dan menggedor-gedor bangku sambil mengisap rokok," ujarnya.

Di dalam kelas lanjut Nur Khalim, AA terus digojlok sama teman-temannya. Melihat kejadian itu, dirinya meminta agar rokoknya dimatikan. "Tapi sambil dilemparkan, rokok yang diisap dimatikan. Lalu wali kelasnya masuk juga melakukan teguran," ujarnya. 

Setelah rokoknya dimatikan, kata Nur Khalim,  beberapa rekan AA di kelas masih banyak yang ramai. Namun, hal itu dibiarkan asal tidak mengganggu pelajaran sekolah. Setelah kejadian itu, dia mendapat informasi ada siswa dianiaya oleh warga Desa Pasinan, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pasalnya, dirinya merupakan warga Pasinan. "Sewaktu saya dilaporkan tidak ada bukti fisiknya," ungkapnya. 

Kendati demikian Nur Khalim tetap menyayangi AA meski perbuataannya telah melecahkan dirinya. "Saya tetap menyayangi AA dan wajib mendidiknya sampai menjadi anak yang berhasil," ujar dia.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin mengatakan, pelajaran dari kejadian ini adalah tanggungjawab mendidik siswa tidak hanya pada guru. Namun juga orang tua dan lingkungan. Dia berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi. Kemudian Dispendik segera memberikan arahan kepada guru dan tidak ada sanksi terhadap siswa AA.

"Kami siap melakukan pendampingan terhadap keluarga. Sebab, mendidik karakter siswa tidak hanya di lingkungan sekolah," katanya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menegaskan, pihaknya sudah melakukan mediasi antara pihak keluarga siswa AA, guru dan pihak-pihak terkait. "Mediasi ini dilakukan supaya video yang viral di masyarakat tidak meluas," ungkapnya.

Ditambahkan, mediasi bersama kepala sekolah serta beberapa tokoh masyarakat bertujuan agar kejadian yang dilakukan AA tidak terulang lagi. Upaya persuasif dilakukan sehingga AA siswi yang melakukan perbuatan buruk kepada gurunya tidak terjadi lagi. (yud/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia