Selasa, 19 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Target Pelajar Bau Kencur, Dianiaya lalu Motornya Dirampas

11 Februari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERTETANGGA: Kedua pelaku perampasan motor saat diamankan di Polrestabes Surabaya.

BERTETANGGA: Kedua pelaku perampasan motor saat diamankan di Polrestabes Surabaya. (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Mahrus Sobir,24, dan Alianto,24, diringkus tim unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (7/2). Kedua warga Jalan Wonokusumo Jaya Gang 7 dan 16 , Surabaya ini ditangkap setelah merampas motor milik FD,16, warga Jalan Platuk Donomulyo. Tak hanya merampas, kedua pelaku juga menganiaya korban yang masih pelajar itu.

Kasus perampasan yang dilakukan kedua tersangka terjadi pada Kamis (31/1). Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor bersama temannya tiba-tiba dihentikan oleh kedua tersangka di kawasan Jalan Sidomulyo. Setelah itu, Mahrus dan Alianto meminta korban menyerahkan motornya.

"Kedua tersangka memang sengaja menjadikan korban lantaran dianggap mudah ditakuti," ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Minggu (10/2).

Bima mengatakan kedua tersangka pun memaksa korban untuk turun dan menyerahkan motornya. Namun korban menolak dan berusaha berontak dengan mencoba meninggalkan lokasi itu bersama motornya. Namun kedua tersangka yang tak ingin modusnya terbonkar lantas menggunakan cara kekerasan."Tersangka memukuli dan menendang korban dan temanya hingga membuat korban ketakutan dan kabur meninggalkan motornya," ujarnya.

Menurut Bima, setelah korban lari ketakutan pelaku lantas membawa kabur motor Honda Beat dengan nopol L 5089 PT milik korban. Pelaku dengan mudah membawa motor itu lantaran kunci kontak motor yang masih menempel. 

"Korban sempat kembali ke lokasi setelah beberapa lama, namun kedua pelaku dan motornya sudah raib. Korban melaporkan kasus ini kepada kami," terangnya.

Setelah mendapati laporan itu, polisi lantas melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil keterangan korban, polisi mengetahui ciri-ciri tersangka hingga melakukan penangkapan. Mereka ditangkap di rumah masing-masing tanpa peralwanan."Hanya saja, barang bukti yakni motor korban belum berhasil kami temukan. Sebab kedua tersangka sudah menjual motor tersebut," imbuhnya.

Menurut keduanya, motor itu dijual seharga Rp 3 juta kepada salah seorang kenalan mereka bernama Hadi (DPO). Uangnya hasil penjualan motor tersebut juga sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari keduanya. "Uangnya dibagi sama rata kedua tersangka," terangnya.

Bima menjelaskan berdasarkan keterangan kedua tersangka, mereka baru beraksi sekali. Namun polisi masih melakukan penyelidikan sebab diduga para tersangka sudah beberapa kali melakukan aksinya. "Mereka sepertinya sudah terbiasa melakukan perampasan itu," tandasnya.

Sementara itu, kepada polisi Mahrus dan Alianto mengaku nekat menjalankan aksinya lantaran butuh uang untuk biaya hidup keluarganya. Sebab hingga kini mereka hanya kerja serabutan dengan penghasilan tak tentu."Butuh uang untuk beli beras dan makan sehari-hari," ungkap Mahrus.(yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia