Minggu, 21 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dimediasi Kapolres Gresik, Guru dan Siswa Sepakat Damai

10 Februari 2019, 23: 46: 34 WIB | editor : Wijayanto

SISWA NAKAL: AA saat mengancam gurunya di sebuah SMP swasta di Wringinanom.

SISWA NAKAL: AA saat mengancam gurunya di sebuah SMP swasta di Wringinanom. (ISTIMEWA)

GRESIK - Dunia maya nasional dihebohkan dengan video siswa SMP yang mengamuk dan mengancam gurunya. Kejadian di salahsatu SMP swasta di Kecamatan Wringinanom itu akhirnya berakhir dengan perdamaian setelah Polres Gresik turun tangan.

Viral pelajar ancam guru memenuhi beranda sejumlah media sosial sejak Sabtu (9/2) malam. Dalam video berdurasi 54 detik itu, AA, siswa kelas IX-A sebuah SMP swasta di Kecamatan Wringinanom, Gresik yang masih mengenakan seragam pramuka asyik merokok di dalam kelas. 

Saat itu, Nur Khalim, 39, guru Matematikanya, tiba di kelas dan menegur AA karena tidak pantas merokok di dalam kelas. Bukannya minta maaf, AA malah kalap dan menghardik gurunya di hadapan seluruh teman sekelas. 

Tidak cukup menghardik dan membentak, AA juga memegang leher guru serta mendorong guru honorer yang bergaji Rp 450 ribu per bulan itu. 

Mendapat persekusi dari siswanya, Nur Khalim tidak bereaksi. Dia hanya terdiam sambil memandangi anak didiknya. Nur Khalim kemudian kembali ke tempat duduknya sambil memungut buku yang berhamburan di lantai kelas. 

Video itu diambil oleh rekan AA yang duduk di pojok kiri belakang dalam kelas. Selanjutnya video yang diambil dari kamera smartphone ini diuanggah di instagram hingga menjadi viral.

Setelah heboh di dunia maya, video ini akhirnya terdeteksi tim cyber Satreskrim Polres Gresik. Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro bersama Kapolsek Wringianom AKP Supiyan kemudian melacak dan menemukan lokasi pengambilan video di salahsatu SMP swasta di Kecamatan Wringinanom.

Minggu (10/2) pagi, polisi mempertemukan Nur Khalim dengan siswanya AA di Mapolsek Wringinanom. Pertemuan itu dihadiri kepala sekolah SMP swasta ini, Nur Khalim, AA dan orang tuanya, Kadispendik Gresik Mahin, serta perwakilan komite sekolah.

Dalam pertemuan yang dipimpin Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro ini, kedua pihak yakni Nur Khalim dan AA sepakat berdamai. AA meminta maaf kepada Nur Khalim serta membuat surat pernyataan permintaan maaf untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Nur Khalim mengatakan, dirinya sudah memaafkan anak didiknya. Selain itu, dia siap mendidik AA hingga berhasil meraih cita-citanya. "Saya sudah memaafkan siswa AA karena bagaimana pun dia anak didik saya. Kejadian yang viral di video medsos sudah kami lupakan dan saya yakin AA bisa mengubah sikapnya," ujarnya.

Sementara siswa AA, 15, menyatakan dia menyesali perbuatannya. Dengan diantar orang tuanya Slamet dan Anik, AA dengan mengenakan kaos berwarna hitam dan bertuliskan 'Ijo Rawe' meminta maaf. 

"Saya minta maaf dan bersedia merubah sikap tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik di kelas maupun di hadapan guru sewaktu pelajaran sekolah," ujar AA sambil mencium tangan Nur Khalim, gurunya.

Diakui AA sebelum kejadian, dirinya sudah meminta maaf kepada gurunya Nur Khalim. Dia merokok dan memegang leher gurunya saat pelajaran IPS. "Awalnya guyon tapi saya dipanas-panasi oleh teman-teman. Saat itu, saya merokok di dalam kelas dan diminta oleh guru agar dibuang. Tapi, saya terus dipanasi lalu bertindak di luar kendali," ujarnya.

Sementara ibu AA Anik mengaku, dia sudah melihat video anak pertamanya yang merokok di dalam kelas sambil berbuat onar. Setelah kejadian itu, dia dan suaminya dipanggil pihak sekolah terkait kejadian ini. "Saya kira sudah selesai dan kami bersama suami tidak tahu apa-apa. Tahunya videonya sudah viral di medsos," ungkapnya. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia