Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pakde Karwo: Media Massa Berperan Menyejahterakan Masyarakat

09 Februari 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

KONVENSI MEDIA: Gubernur Soekarwo memukul gong tanda dimulainya konvensi media massa disaksikan Menkominfo Rudiantara (dua dari kanan), Ketua Dewan Pe

KONVENSI MEDIA: Gubernur Soekarwo memukul gong tanda dimulainya konvensi media massa disaksikan Menkominfo Rudiantara (dua dari kanan), Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo (kanan), Ketua PWI Pusat Atal S Depari (dua dari kiri) dan Margiono (kiri. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan bahwa pers atau media massa berperan besar dalam penyebaran informasi tentang potensi yang dimiliki oleh Jawa Timur. Terutama dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat di Jatim.

“Peran media massa sangat besar terhadap perwujudan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Soekarwo saat memberi sambutan pada seminar Konvensi Nasional Media Massa yang bertajuk Media Massa Di Tengah Terpaan Winner Take All Market, Jumat (8/2).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan Konvensi Nasional Media Massa merupakan satu rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang menjadikan Kota Surabaya sebagai tuan rumah.

Ia menambahkan meski Jawa Timur sebagai daerah pelosok pun sudah memiliki perkembangan media massa yang cukup baik. “Daerah kami memang terpencil, tetapi media massa di Jawa Timur itu sudah sangat bagus sekali. Contohnya kalau tidak bagus ya dikritik, dan kalau bagus ditepuktangani,” jelasnya.

Menurutnya, media massa di Jatim juga telah menjadikan masyakat semakin terbuka pemikirannya dan demokratis dalam bermasyarakat. "Dalam pengalaman kami selama 10 tahun belakangan ini, DPRD dalam mengambil keputusan itu tidak pernah sekalipun menggunakan voting, selalu mengambil keputusan dengan musyawarah mufakat,” katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, pers harus mulai beralih dari pemberitaan yang fokus pada Jakarta dan segala hingar bingarnya ke isu-isu yang ada di daerah. Menurutnya, wartawan dan perusahaan pers perlu mengembangkan potensi kedaerahan untuk mengembangkan perekonomian daerah.

“Alat perekam, kamera, dan sebagainya harus mulai beralih dari hingar-bingar politisi di pusat, yang terlalu Jakartasentris, ke potensi-potensi yang ada di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada banyak hal yang perlu disorot oleh wartawan-wartawan yang ada di daerah, seperti potensi pariwisata, kuliner, dan UMKM. Ia menegaskan, apabila perkembangan ekonomi di daerah bisa berkembang dengan baik, maka otomatis hal ini akan berdampak pada pengembangan ekonomi media.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan perkembangan startup usaha dalam era digitalisasi menunjukkan masih rendahnya minat untuk bermain industri media massa. Ia juga mengatakan seiring berkembangnya digitalisasi, media massa juga sudah beralih dari cetak menuju siber.

“Sekalipun media sudah berubah, tapi aspek penting dari media massa yaitu konten tidak pernah mengalami perubahan. Saya selalu pisahkan konten dalam industri media massa. Konten bergantung pada sumber daya manusia yakni kuncinya adalah profesionalisme dari jurnalis," ujarnya.

Sementara itu Chairman CT Corps, Chairul Tanjung mengatakan, ada dua hal penting untuk memahami digitalisasi yang terjadi pada industri media massa, yaitu perubahan demografi dan disrupsi teknologi. Ia menjelaskan perubahan demografi dipahami sebagai perbedaan perilaku yang signifikan antara generasi Baby Boomer dan generasi X Y saat ini.  

“Generasi X dan Y merupakan generasi yang akan menguasai pasar masa depan. Generasi ini adalah generasi yang sangat tergantung pada teknologi digital, seperti smartphone. Ketergantungan inilah yang akhirnya menggeser gaya hidup masyarakat dan pada akhirnya berdampak pada gangguan media massa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, media massa perlu melakukan reinvent bisnis model yang dimiliki. Menurutnya, media massa perlu melakukan adaptasi dengan gangguan yang ada dan berkolaborasi menciptakan konvergensi media. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia