Minggu, 21 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Wewangian Terinspirasi Dari Kulit Hingga Candi Borobudur

09 Februari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Mencoba satu parfum yang terinspirasi oleh wewangian alam di setiap negara yang dikunjungi pembuatnya

Mencoba satu parfum yang terinspirasi oleh wewangian alam di setiap negara yang dikunjungi pembuatnya (ISMA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sebuah perjalanan bisa mengantarkan seseorang pada penemuan menarik. Bahkan menjadi inspirasi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Salah satunya wewangian. 

Seperti salah satu parfum yang terinspirasi oleh wewangian alam di setiap negara yang dikunjungi pembuatnya, sepasang suami istri dari Paris, John dan Clara Molloy.

Wewangian yang menghadirkan kenangan. Karena terispirasi oleh alam, maka wewangiannya pun sangat natural. 

Keunikan dari kayu, kulit, hingga biji-bijian yang diramu menjadi parfum menjadi ciri khas tersendiri. Yang tak ditemui di tempat lain. Regina Widjaja, General Manager PT Izone Indonesia menjelaskan, wewangian cocok dikenakan bagi pribadi pecinta keunikan. Yang anti terhadap wewangian yang terlalu mainsteam. Karena terinspirasi oleh alam, wewangiannya pun lebih netral. Tidak terlaliu feminim maupun maskulin. "Uniknya di kita unisex. Ada beberapa fragrance yang strong, ada juga yang light," Paparnya dalam sesi private gathering di Kayanna Resto, Jumat (8/2). 

Bagi si penyuka wewangian yang bold. Koleksi cuirs nomades sangat sesuai. Terdiri dari enam parfum yang kesemuanya memiliki komposisi penyusun wewangian dari kulit. Inspirasinya dari di Paris. 

Dimana di sana penggunaan pakaian berbahan kulit sangat tinggi. Dan orang-orangnya senang menyemprotkan parfum ke pakaian kulit mereka. "Aroma percampuran dari kulit dan parfum inilah yang mereka tangkap menjadi parfum," paparnya. 

Bagi pribadi yang menyukai wewangian yang lebih subtle, aroma biji-bijian yang khas dapat memberi sensasi segar dan refine untuk pemakainya.  Salah satu variannya adalah kedu. Yang terinspirasi dari wewangian yang Clara dan John menjelajah Yogyakarta. Menariknya, salah satu komposisinya adalah biji wijen

."Terinspirasi saat keduanya duduk di sebuah taman di Jawa Tengah, dimana pemandangan Borobudur nampak jelas di matanya," Imbuhnya. 

Bagi pemilik karakter feminin, koleksi wewangian khas bunga-bungaan dengan aroma sedikit manis dan elegant. Wewangian inilah yang disukai sosialita asal Surabaya, Amelia Aalim. 

"Untuk acara party, saya suka fragrance yang wanginya bunga, seperti ini, agar terlihat feminim. Kecuali untuk sehari-hari, saya suka aroma seperti wood," ujarnya. (is/rus)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia