Rabu, 24 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Aptiknas Jatim Optimis Smartcity Dorong Bisnis TI

08 Februari 2019, 20: 25: 59 WIB | editor : Wijayanto

MENINGKAT: Pengunjung melihat produk laptop terbaru di salah satu gerai di Surabaya.

MENINGKAT: Pengunjung melihat produk laptop terbaru di salah satu gerai di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kalangan pengusaha teknologi dan informasi (TI) di Jawa Timur optimistis bisnisnya tahun ini dapat tumbuh 15-20 persen seiring dengan tren pengembangan sistem smart city oleh sejumlah pemerintah kabupaten di Jawa Timur.
 
Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Jatim Okky Tri Hutomo menjelaskan, saat ini pemerintah daerah gencar dalam mengembangkan sistem smart city di era digitalisasi seperti sekarang. Selama ini penyumbang terbesar penjualan TI seperti komputer, laptop, hingga software berasal dari sektor pemerintahan.

Kontribusinya sekitar 60-70 persen. Sisanya diperoleh dari ritel atau end user. “Kami yakin nanti setelah pemilu, pemerintah akan lebih agresif memanfaatkan teknologi sebagai program kerjanya. Seiring dengan revolusi industri 4.0 yang sangat kental dengan perangkat teknologi,” ujarnya di Surabaya.
 
Okky memaparkan, daerah di Jatim yang cukup potensial untuk meningkatkan penjualan TI antara lain Kediri, Madiun, Ponorogo, Tuban dan Lamongan. Sebab area-area tersebut kini sedang menjajaki sistem e-government. Sehingga berpeluang mengerek pendapatan bisnis TI. “Nah, kalau seperti Jember, Malang, atau Banyuwangi sudah lebih dulu mengembangkan layanan - layanan yang berbasis teknologi,” lanjutnya.
 
Selain itu, industri kreatif tanah air yang saat ini tengah berkempang pesat juga diyakini akan membawa dampak positif bagi kinerja industri tersebut. Sebab menurut Okky, para milenial yang terjun di dunia kreatif pasti banyak yang membutuhkan komputer, laptop, atau sistem tertentu demi menunjang pekerjaannya. “Kami harap faktor - faktor seperti itu mampu membuat bisnis kami bisa growth dibanding tahun lalu,” tuturnya.
 
Sementara itu, Okky juga menambahkan, yang menjadi kekhawatiran Aptiknas Jatim saat ini yaitu adanya rencana pemindahan para pedagang TI yang berada di Hi-Tech Mall Surabaya. Lantaran kontrak pengelola Hi-Tech Mall dengan Pemkot Surabaya telah habis. “Dari total 80 anggota Aptiknas Jatim, sebanyak 80 persennya punya usaha di Hi-Tech Mall. Tentu saja pemindahan para pedagang itu bisa berdampak pada penjualan kami,” tegasnya. Sebab konsumen selama ini sudah mengenal Hi-Tech Mall sebagai pusat TI terbesar di Jatim. “Konsumen Hi-Tech Mall bukan cuma dari Surabaya, tapi juga Jatim hingga kawasan timur Indonesia,” imbuhnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia