Selasa, 19 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Nekat Nyabu, Anak Kos Terancam 8 Tahun Penjara

08 Februari 2019, 19: 15: 17 WIB | editor : Wijayanto

TUNTUTAN: Terdakwa M. Saiful Yunus saat menunggu sidang tuntutan di PN Gresik.

TUNTUTAN: Terdakwa M. Saiful Yunus saat menunggu sidang tuntutan di PN Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - M Saiful Yunus, 25, warga Mayong Wetan Rt 001/ RW 003, Desa Moyang, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan yang indikos di Jalan Kiyai Sahlan, Gg 07 No 05, RT 001/RW 004, Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik terancam dihukum 8 tahun penjara.

Ini setelah dirinya ditangkap polisi lantaran menyimpan narkoba jenis sabu di tempat kosnya sekitar pukul 12.30, Rabu (15/8) lalu.Dalam proses penggeledahan dan penyidikan, polisi berhasil menemukan satu poket sabu berat 0.16 gram, dua pipet kaca, 3 sekrop terbuat dari potongan sedotan, 4 plastik bekas bungkus sabu, 2 korek api, 1 timbangan dan sseperangkat alat hisap sabu.

Pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai Majelis Hakim Putu Gede Hariadi, JPU Mansur dalam berkas tuntutannya menilai bahwa, terdakwa bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. JPU menuntut terdakwa 8 tahun penjara dengan denda 800 juta.

“Terdakwa terbukti tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan dan menjadi perantara jual beli narkoba jenis sabu. Sehingga tuntutan tersebut sudah sesuai dengan perbuatannya,” kata Mansur.

Tidak hanya itu, perbuatan terdakwa merusak generasi muda, serta menghambat pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba. Kendati demikian, Mansur menilai bahwa terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali kesalahannya dan juga belum pernah dihukum. Kemudian sopan dalam persidangan.

Usai membacakan berkas tuntutan. Ketua Majelis Hakim Putu Gede Hariadi sambil mengetuk palu, meminta kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pekan depan. “Kamu tulis pembelaanmu ya dan bacakan waktu persidangan pekan depan,” pinta Putu kepada terdakwa.

Dengan kawalan petugas, terdakwa yang mengenakan rompi warna orange, meninggalkan kursi pesakitan dan keluar ruang sidang menuju ruang tahanan. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia