Rabu, 24 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Jalan Berlubang, Raya Balongbendo Kembali Makan Korban

08 Februari 2019, 18: 49: 18 WIB | editor : Wijayanto

BAHAYA: Polisi memberi garis tanda pada lubang jalan setelah terjadi kecelakaan

BAHAYA: Polisi memberi garis tanda pada lubang jalan setelah terjadi kecelakaan (YUSRIZAL/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Jalan Raya Balongbendo kembali rusak dan berlubang. Jalan nasional antar provinsi yang dilintasi truk-truk dengan muatan besar tersebut dipenuhi lubang sepanjang kurang lebih 5 KM di jalan utama Surabaya-Jombang dan Mojokerto.

Kerusakan jalan tersebut tentu mengundang bahaya bagi setiap pengendara yang melintas. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan rusak dan berlubang tak terhindarkan bagi para pengguna jalan. Kejadian tersebut kebanyakan menimpa pengendara roda dua. Banyaknya lubang pun semakin bertambah dari sebelumnya.

“Kalau orang yang belum paham situasi jalan di kawasan ini, kemungkinan besar pasti jatuh terporosok,” ungkap salah satu warga setempat Efendy.

Banyaknya jalan berlubang mengakibatkan banyak kecelakaan ini sudah dikeluhkan masyarakat setempat. Hampir setuap hari kecelakaan terus terjadi. Bahkan kemarin (6/2) pagi terjadi kecelakaan motor yang jatuh setelah masuk ke dalam lubang hingga tak sadarkan diri.

Akhirnya ambulan datang dan korban dilarikan ke Puskesmas Balongbendo. “Paling banyak kecelakaan terjadi saat malam hari. Pada sabtu malam kemarin terjadi kecelakaan sebanyak 15 kali dalam kurun waktu semalam,” imbuh warga Desa Suwaluh tersebut.

Meski jalan raya Balongbendo sempat dibenahi pada beberapa minggu yang lalu, namun jalan tersebut kini sudah rusak berat. Warga setempat menduga pembenahan tersebut hanya asal-asalan saja dan tidak dilakukan secara maksimal. “Perbaikan jalan pada waktu yang lalu hanya di tambal sulam saja, itupun hanya beberapa lubang saja, tidak seluruhnya,” jelasnya.

Apalagi saat ini memasuki puncak musim hujan. Cuaca ekstrim yaitu hujan lebat disertai angin kini terus menerpa Sidoarjo tiap harinya. Hal itu berdampak kepada kerusakan jalan. Meski beberapa lubang sempat ditambal, tetapi hanya bertahan dalam kurun waktu beberapa hari saja. (yus/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia