Rabu, 24 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Akses Ditutup, Kampus Kebanjiran, Unair Ingin Pindah dari Gresik

08 Februari 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

WACANAKAN PINDAH: Salahsatu mahasiswa berjalan di depan Kampus Unair yang berada di kawasan Bunder, Gresik.

WACANAKAN PINDAH: Salahsatu mahasiswa berjalan di depan Kampus Unair yang berada di kawasan Bunder, Gresik. (DOK/RADAR GRESIK)

GRESIK - Penutupan akses masuk menuju Kampus D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Gresik berbuntut panjang. Pihak kampus berencana hengkang dari Gresik jika persoalan ini tidak kunjung terselesaikan. 

Tertutupnya gerbang masuk kampus yang berada di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Nomor 211A setelah Pemkab membangun trotoar untuk mempercantik jalan di sepanjang RSUD Ibnu Sina dan Icon Mall tersebut. Selain gerbang yang tertutup, Kampus menjadi banjir, karena saluran air tertutup box culvert. Mereka khawatir hal ini akan mengganggu proses akreditasi universitas secara keseluruhan.

Nia Ambarwati, salah satu Mahasiswa mengatakan rencana pindah kampus ke Lamongan sebenarnya akan dilakukan 11 Februari mendatang. Pihak kampus sudah menyiapkan bus dan asrama bagi mahasiswa dari Gresik. "Sudah ada rencana tersebut, tapi belum ada kepastian," ujarnya usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPRD Gresik.

Dikatakan, dirinya bersama mahasiswa lainnya jelas menolak kebijakan tersebut. Kalau bisa persoalan akses masuk bisa segera diselesaikan. "Kalau gerbangnya ikut Kantor KBPP jelas mengganggu. Soalnya mahasiswa jam kuliahnya tidak mengikuti jam kantor," terangnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof Dr Widi Hidayat mengatakan opsi tersebut bisa saja diambil kalau permasalahan ini tidak selesai. Sebab, pihaknya khawatir persoalan ini bisa mengganggu proses akreditasi universitas. "Kami jelas menyiapkan beberapa opsi kalau persoalan ini tidak selesai," ujarnya.

Saat ini, prodi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Unair memiliki dua kampus. Selain di Kabupaten Gresik ada di Lamongan. "Jadi kalau nanti persoalan ini tidak selesai bisa saja kami pindahkan kampus Gresik ke Lamongan," terang dia.

Ditambahkan, rencananya pada Maret mendatang proses akreditasi akan segera dilakukan. Sehingga pihaknya berharap persoalan ini bisa segera tuntas sebelum akreditasi berlangsung. "Harapannya seperti itu. Selain akses masuk juga termasuk saluran air karena kampus banjir," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim akan merekomendasikan kepada pemkab untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Pihaknya tidak mau Unair hengkang dari Gresik karena permasalahan akses masuk saja. "Kami langsung kirimkan rekomendasinya kepada pemda," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala DPU Kabupaten Gresik Gunawan Setiaji meminta pihak kampus untuk berkomunikasi dengan bupati. Kalau nanti ada intruksi pihaknya siap untuk segera menyelesaikan. "Kami siap-siap saja. Tergantung pada pimpinan," ujarnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia