Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Punya Anak Jadi Kurus Kering, Suami Chattingan dengan Wanita Lain

07 Februari 2019, 05: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Kebanyakan badan perempuan akan melar setelah melahirkan. Namun, Karin sebaliknya. Alih-alih melar, badannya malah menyusut. Masalahnya, bukan menyusut seksi, tapi kering  kerontang. Hingga akhirnya menyusutkan cinta suaminya, Donwori.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

"Pantesan dia betah sekali berlama-lama di teras, rupanya dia chattingan dengan perempuan lain,” kata Karin menceritakan perubahan sikap suaminya, yang sempat ia pikir gejala  stres, eh enggak ding.

Memang dari situlah Karin menangkap perselingkuhan Donwori. Karena boleh dibilang, perubahan sikap Donwori ini drastis. Ia yang awalnya tipikal laki-laki rumahan, yang sepulang kerja selalu malas-malasan di depan televisi, belakangan lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah (meski sebatas teras kan tetap di luar rumah ya).

Adalah perempuan bernama Sephia yang telah merebut cinta Donwori. Yang jika dilihat dari profil picture WhatsApp-nya sih cantik, entah asli atau editan. Karin sendiri setelah menangkap perselingkuhan itu, tak pernah berusaha melabrak. “Buat apa? Masalahku sama Donwori, bukan dengan dia (Sephia, Red),” lanjut Karin.

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, di hari kecepit kemarin, Karin pun curhat tentang kemalangan nasibnya. Setelah sekali melakukan mediasi, ia baru tahu alasan Donwori selingkuh. Kalau dari pengakuan Donwori, ini  dipicu oleh perubahan fisik Karin. Katanya, ia bosan  melihat fisik Karin yang semakin tidak menarik dari hari ke hari. Ia kecewa, istrinya yang dulunya segar berisi, saat ini kurus kerontang.

Demi mendengar alasan Donwori, Karin sebal luar biasa. Masalahnya, perubahan fisiknya ini tak lepas dari kesibukannya mengurus empat laki-laki dalam satu rumah, tanpa pembantu. Dua anak-laki-lakinya yang masih balita, satu ayah mertuanya dan Donwori ini sendiri. Ya bisa dibayangkan sendiri betapa repotnya.

Satu anak saja repotnya bukan main, apalagi dua. Belum lagi bagaimana nanti kalau rewel, bagaimana repotnya memandikan satu per satu, belum lagi memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, mengepel dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan sendirian.

Bahkan, Karin mengaku, waktu istirahatnya juga terbatas, pagi mengurus mertua, siang mengurus anak, malam masih ngurus suami sepulang kerja. “Direwangi seperti ini gak terima kalau aku kurus ? Tenagaku terkuras setiap hari, tapi dia malah lupa diri. Malah nyari selingkuhan baru itu yok opo karepe,” keluhnya. Oalah, sabar Mbak Karin. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia