Rabu, 20 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Demi Keselamatan Penumpang, BSN Tetapkan SNI Perkeretaapian

06 Februari 2019, 19: 07: 40 WIB | editor : Wijayanto

ADA ATURANNYA: Petugas PT KAI melakukan peninggian jalur listring atau rel kereta api yang ada dikawasan Kalimas Baru, Surabaya.BSN menerapkan SNI unt

ADA ATURANNYA: Petugas PT KAI melakukan peninggian jalur listring atau rel kereta api yang ada dikawasan Kalimas Baru, Surabaya.BSN menerapkan SNI untuk perkeretaapian, salah satunya mengenai standar jalur lintasan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Teknis 45-01 tentang Sarana Perkeretaapian dan Komite Teknis 45-02 tentang Prasarana Perkeretaapian, telah menyusun dua standar terbaru tentang perkeretaapian. Yaitu SNI IEC 62278:2002 Aplikasi Perkeretaapian-Spesifikasi dan Demonstrasi RAMS (Reliability, Availability, Maintainability dan Safety) dan SNI 8633:2018 Spesifikasi Balas, Sub Balas, dan Lapisan Dasar (Sub Grade) untuk jalur kereta api.

Direktur Pengembangan Standar Mekanika Energi, Elektronika, Transportasi dan Teknologi Informasi BSN Yustinus Kristianto Widiwardono menerangkan, SNI IEC 62278:2002 merupakan SNI hasil adopsi identik dengan standard IEC/International Electrotechnical Commsission.

“Standar Internasional ini memberikan pedoman kepada pelaku usaha perkeretaapian dan industri pendukung perkeretaapian sebuah proses yang akan memungkinkan penerapan pendekatan yang konsisten pada manajemen RAMS atau diterjemahkan sebagai keandalan, ketersediaan, perawatan dan keselamatan serta interaksinya,” jelasnya.

Standar ini akan mendorong kerja sama antara pelaku usaha perkeretaapian dan industri pendukung perkeretaapian dalam berbagai strategi pengadaan. Tujuannya untuk mencapai kombinasi yang optimal antara RMAS dan biaya untuk aplikasi perkeretaapian.

Menurutnya, proses yang ditetapkan di dalam SNI memiliki asumsi bahwa pelaku usaha perkeretaapian dan industri pendukung perkeretaapian memiliki kebijakan tingkat-bisnis yang mengatur kualitas, kinerja dan keamanan. Sementara itu, SNI 8633:2018 itu sendiri menetapkan fungsi, data teknik dan persyaratan teknik lainnya pada balas, sub balas dan lapis dasar untuk jalur kereta api.

“Pengertian balas berdasarkan SNI adalah batu pecah yang keras, bersudut tajam (angular) yang terletak di bawah dan di antara bantalan untuk meneruskan dan menyebarkan beban dari bantalan ke sub balas,” paparnya.

Umumnya, balas merupakan bagian dari badan jalan kereta api tempat penempatan bantalan rel. Balas ditempatkan di antara, di bawah, dan di sekitar jalur hingga drainase di kanan-kiri rel. Balas berfungsi untuk menyalurkan beban kereta api kepada bantalan serta agar tumbuhan tidak tumbuh di badan jalan yang dapat mengganggu struktur jalur kereta api.

Kristanto juga berharap, dengan adanya dua SNI tersebut bisa segera diterapkan para pemangku kepentingan perkeretaapian di Indonesia, mengingat angkutan penumpang dan barang ini sangat menyangkut keselamatan. “Semoga di tahun 2019 ini, 16 usulan Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) dapat terealisasi untuk mendukung keselamatan di bidang perkeretaapian,” pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia