Selasa, 19 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Suka Duka Melestarikan Kesenian Wayang Potehi

06 Februari 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TURUN TEMURUN: Wayang potehi merupakan salah satu kesenian tradisional Tionghoa yang perlu dipertahankan.

TURUN TEMURUN: Wayang potehi merupakan salah satu kesenian tradisional Tionghoa yang perlu dipertahankan. (ISMA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Wayang potehi merupakan salah satu kesenian tradisional Tionghoa. Tak ubahnya kesenian tradisional lain, praktisi wayang potehi juga berjuang untuk mempertahankan agar keseniannya tetap eksis di tengah gempuran teknologi dan modernisasi 

Widodo, salah satu dalang wayang potehi tak menempis tantangan itu. Namun ia bersama seniman Wayang Potehi Indonesia yang berpusat di Gudo, Jombang  tetap berusaha menjaga keutuhan pementasan sehingga bisa menghibur penontonnya. “Tantangan memang berat. Padahal pementasan Wayang Potehi sekarang sudah lebih luas daripada dulu,” ungkapnya sabelum tampil mendalang di hotel Gunawangsa Manyar, Selasa sore( 5/2).

Widodo menegaskan,ada atau nggak ada penonton, jika memang sudah diminta tampil, ia bersama  kawan-kawannya akan tetap profesional menyajikan cerita yang sudah disiapkan. Ia maklum, di jaman modern seperti sekarang orang mudah mencari alternative hiburan. 

Masa sulit yang dihadapi para seniman Wayang Potehi seperti sekarang bukan hal baru bagi Widodo dan kawan-kawannya. “Dulu, selama tiga tahun dari tahun 1997 sampai 2000 maah nggak boleh pentas. Baru di jaman Presiden Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), kami boleh tampil lagi,” ungkapnya. 

Meski begitu Widodo tetap akan mempertahankan kesenian Wayang Potehi. “Kondisinya kan sama seperti kesenian lain, wayang orang atau ludruk. Tapi, bagaimana pun saya akan bertahan di sini (sebaga dalang Wayang Potehi,Red),” pungkasnya. (is/rud)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia