Senin, 18 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Busana Imlek Nyonya Peranakan, Sulap Batik Jadi Cheongsam Cantik

05 Februari 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

HIGH CLASS: Model memperagakan busana cheongsam berbahan batik karya Novita Yunus yang menonjolkan warna merah dan cutting yang unik.

HIGH CLASS: Model memperagakan busana cheongsam berbahan batik karya Novita Yunus yang menonjolkan warna merah dan cutting yang unik. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

SURABAYA –  Siapa bilang batik hanya bisa digunakan untuk acara formal, di tangan orang kreatif, batik pun bisa menjadi cheongsam yang cantik. Adalah Novita Yunus dari Batik Chic yang mengubah batik menjadi cheongsam. Karena dibuat untuk menyambut perayaan imlek, maka batiknya juga didominasi oleh warna-warna merah. Meski begitu, di sejumlah koleksi ada pula kombinasi dengan warna-warna lainnya, seperti biru, kuning, dan hijau. 

"Motifnya pun bervariasi, seperti flora, fauna, dan shibori," ujarnya, Senin (4/2). 

Tak seperti cheongsam kebanyakan, desainer yang selalu membawa sentuhan etnik ini membuat koleksinya menjadi two pieces. Dengan dominasi atasan, khas dengan kancing cinanya. Potongannya pun dibuat lebih modern dengan desain off shoulder dan lengan kelelawar. Membuat cheongsam modern ini juga cocok digunakan diluar perayaan imlek. 

Untuk menambahkan kesan elegan, khusus di koleksi Chinese New Year 2019 ini, ia menambahkan bordir naga di bagian belakang. Ia menamai koleksi cheongsam-nya kali ini dengan nama Nyonya Peranakan. 

Menurut Novita, karyanya masih menyasar level high class atau premium. Karena itu penggunaan bahannya pun pilihan, yakni sutra dan kombinasi katun primisima yang kualitasnya memang dikenal sangat baik. 

“Batik Chic tetap bertahan menampilkan wastra Nusantara, tetapi yang lebih high class,” tegasnya.

Novita Yunus menambahkan, busana rancangannya pas buat mereka yang berusia 30-50 tahun. Tak heran bila cutting-nya pun dibuat untuk segmen pasar tersebut.  

“Koleksi kami ini memang untuk wanita-wanita mapan. Tetapi yang remaja pun bisa pakai, karena modelnya memang tidak terlalu klasik,” paparnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia