Rabu, 20 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Tempe Jarwo, Makanan Pokok Minimalis yang Selalu Laris

05 Februari 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERDAYAKAN MASYARAKAT:Proses pencucian tempe yang dilakukan di rumah kontrakan Jarwo di jalan Kupang Gunung Tembusan. Usahanya berdiri pasca penutupan

BERDAYAKAN MASYARAKAT:Proses pencucian tempe yang dilakukan di rumah kontrakan Jarwo di jalan Kupang Gunung Tembusan. Usahanya berdiri pasca penutupan lokalisasi. (AJI GUNAWAN/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Bicara soal tempe, tentunya sudah tidak asing di mata dan telinga masyarakat Indonesia. Makanan berbahan pokok kedelai ini sudah menjadi makanan yang digemari banyak orang. Seperti produk tempe Jarwo milik pria paruh baya bernama Jarwo Susanto, pengusaha tempe khas Surabaya, tepatnya di eks lokalisasi Dolly ini.

“Jadi usaha saya ini sudah mulai dirintis sejak tahun 2014, tepatnya tiga bulan setelah penutupan lokalisasi Dolly,” ungkapnya .

Kisah awal perjuangan mendirikan usaha ini dulu berawal saat daerah lokalisasi tersebut ditutup oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani. Pada saat itu, ia tergabung dalam kelompok penolakan ditutupnya Dolly. Dia yang dulunya mempunyai usaha warung kopi sempat menjadi daftar hitam aparat dan terus dikejar selama dua bulan.

Dirinya terpaksa mengungsikan diri ke rumah saudara iparnya yang berada di Sidoarjo, yang mana saudaranya tersebut merupakan pengusaha tempe. Selama disanalah ia belajar semua tentang proses pembuatan tempe.

“Saya praktekan apa yang saya pelajari di Sidoarjo, lalu saya coba bagikan ke tetangga sekitar. Banyak masyarakat sekitar bilang tempe buatan saya enak, dari sanalah saya langsung inisiatif membuka usaha sendiri, dan berjualan di daerah Dolly. Nama awal usaha saya adalah tempe Dolly,” katanya.

Dalam menjalankan penjualan, ia mengaku sempat kesulitan lantaran awal usahanya harus mengenalkan produk pada masyarakat. Namun, di tahun 2016, ia mendapatkan bantuan dari Mahasiswa Komunitas Gerakan Melukis Harapan (GMH) dalam hal pembukuan dan pemasaran.

“Nah waktu itu kebetulan saya lihat ada acara anak-anak di Televisi Sopo-Jarwo. Nah dari situ akhirnya usaha tempe ini berganti nama menjadi tempe Jarwo,” ujarnya sambil terkekeh.

Produk tempe Jarwo sendiri ada beberapa macam. Mulai dari nugget tempe, sambel kering tempe, mendol tempe, sambel tumpang tempe, serta kacang kedelai goreng. Terkadang jika ada pesanan dalam jumlah besar, khususnya tempe olahan, Jarwo sering dibantu oleh warga sekitar. 

“Selain dapat mempererat tali silaturahmi, saya mengaku senang dapat memberdayakan masyarakat sekitar,” tukasnya. (aji/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia