Rabu, 20 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Media Sosial Andil Dorong Wanita Tunda Nikah

04 Februari 2019, 01: 46: 21 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET/Telset)

SURABAYA - Tak dimungkiri, di zaman serba digital saat ini, keberadaan sosial media dan media elektronik juga mengambil andil besar dalam keputusan seseorang pilih tidak buru-buru menikah alias menjomblo.

Hal itu disampaikan oleh psikolog Andik Matulesy. Ia mengatakan, sosial media (sosmed) mewarnai seluruh kehidupan masyarakat saat ini. Sosmed membuat seseorang bahagia berteman secara virtual, sehingga berkurang keinginan untuk menjalin hubungan secara riil. 

Ia juga membenarkan bahwa trend nikah di usia 30 tahun keatas yang sering ditampilkan dalam drama-drama Korea, juga turut membentuk pola pikir penikmatnya. Sehingga kebayakan akan merasa wajar-wajar saja jika harus hidup sendiri sampai pada usia tertentu.

Dari berbagai alasan ini, ada alasan lain kenapa seseorang akan betah menjomblo.   Margaretha, psikolog dari Universitas Airlangga (Unair) memberikan pandangannya. Ia katakan, semua orang pasti mengharapkan kehidupan pernikahan yang sempurna. Partner hidup yang akan mereka temui dalam pernikahan nanti, diharapkan agar dapat menjadi social support yang baik.

Untuk itu, mereka akan sangat selektif memilih pasangan. Daripada menikah sebentar kemudian bercerai, mereka akan berpikir ribuan kali untuk menentukan pasangan yang sesuai. “Resikonya, kalau tidak mendapatkan itu ya mending sendiri dulu sampai nemu yang pas,” paparnya.

Menjadi jomblo memang pilihan. Namun, kesepian tetap akan datang tak peduli diinginkan atau tidak. Dilihat dari sisi psikologi, kesepian memang suatu hal yang biasa datang menghampiri si jomblo. Karena pada dasarnya, sebagai mahluk sosial, kita juga membutuhkan dukungan dari orang lain.

Namun jika memang sudah berkomitmen untuk sendiri, biasanya seseorang akan menemukan caranya sendiri untuk menghalau kesepian. Bisa jadi dengan menghabiskan masa-masa kebebasan dengan bergaul seluas-luasnya dan berkarir setinggi-tingginya. (is/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia