Rabu, 20 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Berat untuk Pisah, tapi 'Senjata' Suami Tak Bisa Diperjuangkan

31 Januari 2019, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Salah satu tujuan menikah adalah menghalalkan yang haram. Salah satunya hubungan suami istri. Namun, sah saja rupanya tak cukup untuk bisa bersenang-senang dalam tanda kutip. Butuh fisik yang juga mendukung. Karena kalau tidak, perpisahan yang dialami Karin, 35, sangat mungkin terulang. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Ceritanya, Karin baru delapan bulan menikah dengan Donwori, perjaka yang cinta mati dengannya sejak pandangan pertama. Sayang sekali, hubungan yang belum lama itu keburu kandas gara-gara 'senjata' Donwori tak mampu berdiri. "Sebenarnya agak malu aku Mbak.  Cerai kok gara-gara begituan. Tapi mau gimana lagi," keluh Karin seraya berbisik di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Senin lalu.

Sebenarnya, Karin sendiri tak bisa disalahkan. Namanya pasangan yang sudah menikah, tentu saja ia ingin memadu cinta dengan pasangan halal. Apalagi, ia sudah dua tahun kesepian dengan predikat janda kembang. Namun sayangnya, Donwori tak mampu. Bahkan dalam waktu yang cukup lama itu, tak sekali pun usaha keduanya untuk memadu kasih, berhasil. 

Meskipun sempat shock dan kecewa, Karin tidak pernah punya niatan untuk bercerai. Malah keinginan bercerai itu datang dari Donwori. Donwori merasa pesimis  dengan keadaannya, yang ia yakin sudah takdir dan tak bisa diubah. Donwori pun malu kepada Karin yang sudah lama menunggu. "Dia pertama ngajak cerai sekitar sebulanan setelah menikah. Tapi ya emoh aku. Malu lah aku. Masa baru sebentar udah cerai lagi," lanjut ibu satu anak ini. 

Tahu keterbatasan fisik suaminya, Karin tak pantang menyerah. Ia sempat melakukan berbagai upaya agar suaminya ini bisa sembuh. Ke klinik pengobatan tradisional hingga dokter spesialis kelamin, sudah ia jabanin. Namun sayangnya, hasilnya tetap nihil. Ada sih sedikit perubahan. "'Itu'-nya Donwori bisa berdiri. Tapi belum sampai lima menit, sudah tumbang lagi. Hingga akhirnya Karin gigit jari.

Akhirnya, keduanya sepakat untuk bercerai secara baik-baik. Kalau ditanya apakah masih cinta atau tidak, Karin ya cinta. Apalagi Donwori yang memang sejak awal cinta dengan Karin duluan. Namun, cinta saja tak cukup membuat pernikahan bertahan. Benar, untuk kepentingan lahiriah, Karin mendapatkan nafkah lebih dari cukup. Namun dari segi batin, ia fakir.

 "Sebenarnya aku kasihan sama Mas Wori. Baik orangnya, gak neko-neko tapi ya gimana ya, " tukas lerempuan asal Kalijudan ini. Meninggalkan pikiran Radar Surabaya yang nggrambyang ke mana-mana. Masa iya nanti Mas Wori tidak bisa 'begituan' selamanya. Kan kasihan. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia