Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Perkembangan Koleksi Keris di Gresik

Motif Polos Kian Digemari, Jadi Pajangan Rumah Mewah

28 Januari 2019, 17: 23: 13 WIB | editor : Wijayanto

TELATEN: Perajin Keris, Ainul Yahya sedang menyelesaikan pembuatan keris di rumahnya.

TELATEN: Perajin Keris, Ainul Yahya sedang menyelesaikan pembuatan keris di rumahnya. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

Dulu, keris dianggap barang kuno yang identik dimiliki paranormal. Namun, konsep itu mulai bergeser. Sebagian masyarakat menganggap keris sudah bagian dari fashion. Bahkan, tak sedikiti pejabat bahkan kaun borjuis di Gresik menjadikan pajangan di rumahnya.

FAJAR YULIYANTO-Wartawan Radar Gresik

Keindahan keris membuat takjub pejabat bahkan kaum kaya di Gresik. Herman Sasongko ini misalnya. Ia memiliki  200 billah keris. “Setiap inci keris seperti memancarkan pamor berupa serat-serat lapisan logam cerah.

Bagi rektor UISI tersebut, keris menunjukkan bahwa nenek moyang Indonesia dulu tidak kalah maju dengan bangsa-bangsa lain. ’’Keris ini cermin keluhuran peradaban bangsa zaman dulu,” kata doktor bidang aerodinamika di Technische Universitat Braunschweig, Jerman, tersebut. Dia mengatakan kagum dengan pembuat keris atau empu. Membuat keris tidaklah gampang. Apalagi dengan peralatan yang sangat terbatas dan sederhana dulu. Untuk membuat keris yang bagus, tutur Herman, sang empu menempuh proses yang melelahkan. Mulai menjalani laku tapa. Menata niat. “Ini sebuah seni luar biasa, makanya saya tak segan memajangnya di rumah,” kata Herman.

Perajin keris, Ainul Yahya mengatakan penghobi keris tidak sama dengan para penghobi batu akik. “Kalau hobi keris biasanya orang tertentu dan juga orang yang mengerti keris,” jelasnya. Untuk itu, Ainul selalu memperhatikan request baik pembuatan keris maupun sarung kerisnya.

“Sebulan bisa memproduksi 4 sarung keris,” ungkapnya. Peminat keris dan sarung keris meningkat karena barang yang dianggap mewah itu dari bahan logam terbaik. “Tergantung dengan permintaan. Namun, untuk fashion dan dibuat pajangan pasti memilih motif yang tidak polos atau ada motifnya,” ungkapnya. (*/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia