Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Operasi Gabungan, Gembok Roda dan Gembosi Ban

25 Januari 2019, 17: 09: 30 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Petugas melakukan penilangan terhadap salah seorang pengendara yang terjaring operasi gabungan.

KOMPAK: Petugas melakukan penilangan terhadap salah seorang pengendara yang terjaring operasi gabungan. (RAHMAT/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Upaya untuk menertibkan pengguna jalan agar taat rambu larangan parkir di wilayah kota Surabaya terus digalakkan.  Dari pantauan Radar Surabaya, ada 25 pelanggar yang terdiri dari tindakan tilang roda dua 7 unit, roda empat 14 unit. Tindakan gembok 1 unit untuk roda empat. Tindakan gembos roda 2 unit untuk roda dua, dan 1 unit barang bukti roda empat (taksi) yang diamankan di kantor Satlantas.

Operasi gabungan tersebut dilakukan oleh Dishub Kota Surabaya dibantu dengan Satlantas Polrestabes Surabaya dan Garnisun Korgatap III Surabaya pada Kamis (24/1). Tindakan yang dilakukan mulai dari penggembokan, pengembosan hingga penilangan, baik dari roda dua maupun roda empat.

"Tindakan ini untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah  (Perda) Kota Surabaya No. 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Parkir di Kota Surabaya," kata Kanit Penilangan Dishub Kota Surabaya, Noegroho, ditemui Radar Surabaya saat melakukan operasi.

Pada saat melewati jalan Ketabang kali terlihat ada tiga mobil taksi online yang terparkir, padahal dari sudut jalan sudah terlihat rambu “S coret” . Dua mobil Dishub pun segera melakukan penghadangan saat sang sopir berusaha kabur.

Selesai dari ketabang kali, para petugas menyusuri jalan Slamet, juga kedapatan sopir taksi online yang sedang berhenti. Danang Faisal warga jalan Mojo, mengaku dirinya berhenti pas di bawah rambu larangan parkir karena dirinya hendak makan. “saya tahu rambu tersebut pak, tapi saya lapar, jadi saya parkir disini untuk makan dulu di warung depan, tuturnya, dengan pasrah.

Petugas Juga menyisir wilayah depan rumah sakit Dokter Soetomo Surabaya. ada salah satu penggendara juga berkelit ketika hendak ditilang. “Saya tidak tahu pak kalau di sini dilarang parkir, saya tidak diberi tahu petugas parkir kalau di sini dilarang parkir, saya ini kan lagi ngantarkan saudara saya berobat di rumah sakit, masak harus ditilang pak,”ujarnya Alim warga asli Jombang tersebut. (rmt/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia